Ekowisata di Kaki Sumatera

Wednesday, 15 June 16   4 Views   0 Comments   Venue

Di timur Lampung, Taman Nasional Way Kambas sejak lama menjadi magnet wisata andalan. Didirikan pada tahun 1985, taman nasional 1.300 kilometer persegi ini merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Namun, suguhan utamanya bukanlah hutan, melainkan gajah.

Dari Kota Bandar Lampung, Way Kambas berjarak 110 kilometer atau sekitar empat hingga lima jam perjalanan darat. Di sini, Anda dapat mengikuti tur safari gajah dengan biaya Rp250.000 per orang. Selain itu, Anda dapat menyaksikan langsung gajah-gajah ini dilatih oleh para petugas taman nasional.

Pesona alam Way Kambas juga dapat dinikmati dengan menyusuri Way Kanan, sungai yang mengalir di taman nasional ini. Dengan biaya Rp200.000 per perahu, Anda dapat berkeliling sambil melihat-lihat bagian dalam Way Kambas yang juga ditinggali oleh fauna selain gajah, seperti badak sumatera, harimau sumatera, mentok rimba, buaya sepit, serta beberapa jenis burung bangau tongtong, sempidan biru, kuau raja, dan pependang timur.

Menikmati semua keindahan alam itu tentunya tidak cukup dalam sehari. Untuk itu, Anda dapat menginap di Way Kanan Resort, satu-satunya resor di kawasan Way Kambas. Opsi lainnya terletak di Pusat Konservasi Gajah, tempat para peneliti menginvestigasi perilaku gajah. Khusus yang terakhir ini, tarifnya cukup bersahaja, hanya Rp200.000 per kamar dengan kapasitas empat orang.

Menuju utara Lampung, kita dapat menemukan hutan hijau di Ibu kota Sumatera Selatan. Selain terkenal dengan Jembatan Musi dan kuliner mpek-mpek, Palembang memiliki hutan pinus urban terluas di Indonesia, yakni Hutan Wisata Punti Kayu.

Seperti Central Park di New York, Hutan Wisata Punti Kayu bertindak sebagai paru-paru kota. Luas hutan yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Sumsel ini mencapai 12 hektare. Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, hutan ini menampung para wisatawan yang ingin merasakan udara segar, terutama di akhir pekan. Suasana sejuk di tengah pepohonan pinus menjadikan Hutan Wisata Punti Kayu pilihan tepat untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

Kawasan hutan pinus yang berada di Jalan Kolonel Burlian Kilometer 6,5 ini cocok pula untuk liburan keluarga. Di sana terdapat kebun binatang mini yang dihuni kera ekor panjang, beruk, dan buaya. Untuk melengkapi pengalaman wisata, Anda juga dapat berkeliling hutan pinus sambil menunggangi gajah atau berperahu di danau buatan. Daya tarik lainnya adalah Museum Fauna Satwa yang memajang koleksi hewan-hewan yang telah diawetkan.

Tiket masuknya sangat murah, yakni Rp5.000. Meski begitu, Hutan Wisata Punti Kayu memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari joglo atau pondokan kecil untuk piknik dan beristirahat, toko cenderamata, serta restoran dan sarana bermain anak.

Penulis: Mutya Hanifah