Lembang, Sajian Pelengkap Kota Kembang

Friday, 22 May 15   0 Views   0 Comments   Venue

Pada era ’50-an, Bandung sempat mencuri perhatian dunia ketika Myanmar, Pakistan, India, Sri Lanka, dan Indonesia menginisiasi lahirnya Konferensi Asia Afrika (KAA). Pertemuan yang digelar pada 18-29 April 1955 di Gedung Merdeka itu dihadiri 29 negara dan menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Non-Blok pada tahun 1961.

Pasca-KAA, pamor Bandung sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) internasional tenggelam. Meski dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung periode 2007-2010 menunjukkan peningkatan, event MICE di Bandung lebih didominasi pertemuan berskala nasional. Pada tahun 2007 misalnya, Bandung menggelar 131 event dan melonjak signifikan pada 2008 menjadi 453 event. Setahun kemudian, Bandung membukukan 521 event dan 617 kegiatan pada tahun 2010.

Menurut Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, kondisi tersebut dipicu oleh minimnya jumlah venue dengan kapasitas besar di Bandung. Sejauh ini, hanya ballroom Trans Luxury Hotel yang mampu menampung kegiatan MICE berskala besar dengan kapasitas 3.000 orang. Sementara Bandung Convention Centre hanya mampu menampung 2.000 orang. Hal ini kontras dengan hotel di Bandung yang berjumlah 406 unit dengan 20.082 kamar.

Pertemuan ke-60 KAA yang tahun ini kembali diboyong ke Bandung diharapkan mampu membangkitkan citra Kota Kembang sebagai salah satu destinasi MICE andalan di Indonesia. Apalagi, menurut Herman, Bandung memiliki potensi wisata alam, budaya, kuliner, dan belanja yang dapat ditawarkan pada business traveler.

Paket Lengkap di Lembang

Salah satu destinasi wisata populer di Bandung adalah Lembang. Dataran tinggi yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ini hanya berjarak 15,1 kilometer dari Bandung. Kawasan ini berada pada ketinggian 1.312-2.084 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi berada di puncak Gunung Tangkuban Perahu. Kondisi tersebut membuat Lembang memiliki udara sejuk dengan suhu rata-rata berkisar antara 17-27 derajat Celsius. 

Menurut Budijanto Ardiansyah, Ketua ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) Jawa Barat, popularitas Lembang semakin meroket dengan kehadiran hotel dan tumbuhnya destinasi wisata baru. Lembang terbilang paket lengkap. Bukan sekadar pamer potensi alam, Lembang juga memiliki sejumlah fasilitas meeting dan outbound yang dapat mendukung kebutuhan para business traveler.

“Dari tujuh juta wisatawan yang mengunjungi Bandung setiap tahun, sekitar 20 persen di antaranya mengunjungi Lembang. Kawasan ini menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin keluar dari hiruk-pikuk suasana perkotaan, namun enggan pergi jauh,” tutur Budijanto.

De Ranch, Lembang Floating Market, dan Perkebunan Teh Sukawana merupakan tiga destinasi wisata di Lembang yang menawarkan wisata kuliner, atraksi, dan pesona alam memikat. De Ranch memberikan sensasi berbeda kepada wisatawan karena menawarkan suasana peternakan. Ini bukanlah hal yang mengherankan mengingat sebelumnya De Ranch merupakan tempat pemeliharaan dan pengembangbiakan kuda tunggang dan sapi perah. Pada tahun 2007, peternakan dengan luas lima hektare tersebut dibuka untuk umum sebagai taman rekreasi.

Menikmati liburan di Bandung juga dapat dilakukan di Floating Market Lembang. Sesuai namanya, kawasan berluas tujuh hektare ini memiliki konsep pasar terapung yang menawarkan nuansa pedesaan khas Sunda dan pemandangan elok Danau Situ Umar. Di sini, pengunjung dapat mengelilingi Situ Umar menggunakan perahu atau menikmati aneka camilan tradisional yang dijajakan dalam perahu-perahu kecil di tepian danau. Uniknya, aneka camilan ini hanya dapat dibeli dengan menggunakan koin yang dapat ditukarkan dengan uang tunai saat Anda memasuki kawasan Floating Market Lembang.

Atraksi lain yang coba ditawarkan Floating Market Lembang antara lain ATV, Pondok Lesehan, Taman Angsa & Kelinci, flying fox, sepeda air, dan kebun organik. Bagi pengunjung berkelompok besar, restoran berkapasitas 40-60 orang yang menawarkan aneka kuliner khas Sunda siap memanjakan Anda. Begitu sarat fasilitas, tak heran bila kawasan ini selalu disesaki pengunjung setiap akhir pekan dan merupakan pilihan yang nyaman bagi wisatawan korporasi. 

Sebagai kawasan dataran tinggi, Lembang menjadi lahan subur bagi tanaman teh. Inilah yang kemudian mendasari lahirnya kegiatan tea walk. Wisatawan dibawa berjalan-jalan menyusuri Perkebunan Teh Sukawana yang terletak di selatan Gunung Tangkuban Parahu, Lembang.

Wisata tea walk biasanya dilakukan pada pagi hari dengan latar belakang Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu berselimutkan kabut. Selain berjalan di antara kebun teh, wisatawan juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pemetik teh dan mengunjungi pabrik pengelolaan daun teh. Kawasan kebun teh juga didukung dengan area outbound dan permainan lainnya.

Penulis: Hanifah Mutiara Sylva