Menaklukkan Pesona Australia Barat

Friday, 06 November 15   8 Views   0 Comments   Venue

Tak sekadar berbisnis, turis MICE yang bertandang ke Australia Barat juga dibujuk oleh BECA untuk pelesiran ke sejumlah obyek wisata.

Business Events Council of Australia (BECA) mencatat lebih dari 37 juta orang menghadiri 412.000 event MICE yang digelar di seluruh negara bagian Australia selama 2013-2014. Industri MICE berkontribusi terhadap pendapatan negara sebesar A$23,1 miliar dengan total transaksi mencapai A$28 miliar.

Dengan pertumbuhan itu, Matthew Hingerty, Direktur BECA, mengatakan, sudah saatnya Australia bergerak maju dan mengembangkan industri MICE sebagai penopang sektor pariwisata. “Banyak orang melakukan perjalanan wisata, namun tidak banyak yang menjadikan perjalanan bisnisnya sebagai bagian untuk mengenal pariwisata lokal. Ini harus digerakkan,” kata Hingerty.

Pertumbuhan industri MICE di Australia melambungkan nama New South Wales, Victoria, Australia Barat, dan Queensland sebagai destinasi wisata populer. Khusus Australia Barat, tahun lalu Biro Konvensi Perth mencatat terdapat 201.147 delegasi yang menghadiri berbagai event MICE dengan jumlah keseluruhan transaksi A$107 juta. Angka itu melampaui target transaksi A$104 juta yang dipancang pemerintah Australia Barat.

Sebagai salah satu destinasi MICE, Australia Barat memiliki venue dengan jumlah luas keseluruhan 57.875 meter persegi dengan kapasitas 35.075 orang per hari dan okupansi 65 persen per tahun. Angka itu ditopang oleh venue seluas 6.000 meter persegi yang disediakan pihak hotel. Hingga tahun 2017, Australia Barat menargetkan membangun venue baru berluas 64.000 meter persegi dengan kapasitas 40.000 orang.

PETUALANGAN PEMACU ADRENALIN

Pertumbuhan positif industri MICE menjadi kesempatan emas bagi Australia Barat untuk memperkenalkan sejumlah destinasi wisata yang identik dengan petualangan. Swan River misalnya, salah satu destinasi wisata populer di pusat Kota Perth. Masyarakat Aborigin menyebut sungai di barat daya Australia Barat ini dengan nama Derbarl Yerrigan.

Sungai ini mengaliri Perth dengan luas pantai mencapai 121.000 kilometer persegi dengan tiga anak sungai utama, yaitu Avon, Canning, dan Helena. Tidak hanya menawarkan pemandangan apik, Swan River juga menyimpan tantangan dengan menyusurinya di atas jet boat. Sensasi menunggangi jet boat sebenarnya terletak pada kepiawaian nakhoda mengemudikan kapal bermesin turbo charged 300 tenaga kuda di tengah sungai.

Dengan kecepatan 80 kilometer per jam, kapal akan diputar 360 derajat hingga menciptakan gelombang setinggi setengah meter di kanan-kiri jet boat. Tur ini berlangsung 25 menit dengan banderol A$55 per perjalanan, atau sekitar Rp600.000.

Persis di depan dermaga Swan River, terdapat Bell Tower yang merupakan museum mini, tempat diletakkannya 18 lonceng tua hibahan Inggris. Laura Ivey, bell ringer Bell Tower, mengatakan, 12 dari 18 lonceng tersebut merupakan hibahan dari Gereja St Martin in the Fields pada tahun 1988. Sisanya, didatangkan dari Whitechapel Bell Foundry.

Bangunan Bell Tower yang dirancang arsitek lokal Hames Sharley ini memiliki tinggi sekitar 82,5 meter dan terbuat dari tembaga dan kaca campanile. Di sini, wisatawan berkesempatan memainkan instrumen lonceng berbobot satu ton yang dikaitkan dengan tali tambang halus ke puncak menara.

“Banyak yang berpikir bahwa lonceng ini ringan sampai mereka mencobanya sendiri. Diperlukan lengan dan kaki yang kokoh untuk dapat memainkannya sehingga tercipta harmonisasi apik dengan peserta lainnya,” kata perempuan 74 tahun yang telah menjadi bell ringer selama 14 tahun itu.

Petualangan Australia Barat selanjutnya terletak sekitar 485 kilometer di utara Perth, yaitu Taman Nasional Kalbarri. Kawasan ini bertabur hamparan tebing kokoh berwarna merah bata, aliran Sungai Murchison nan tenang, serta udara hangat. Inilah yang membuat Kalbarri tersohor sebagai salah satu titik petualangan alam terbaik di Australia Barat, sekaligus habitat bagi hewan dan tanaman asli Australia. Kalbarri catspaw, anggrek, beyeria, emu, tammar wallaby, kanguru abu-abu, Tasmania devil, ospreys, elang ekor baji, dan 170 spesies burung dapat ditemui di sini.

Sejumlah titik menarik dapat ditemukan di Kalbarri, seperti Z-Bend yang hanya berjarak 500 meter dari gerbang masuk taman nasional. Tempat ini menawarkan pemandangan sungai dan pepohonan eukaliptus yang berpadu kontras dengan hamparan tebing batu Tumblagooda. Ada juga Hawks Head yang merupakan tebing raksasa berbentuk kepala elang dengan aliran Sungai Murchison sepanjang 80 kilometer.

Nature Window

Berjarak 500 meter dari Hawks Head, zona Ross Graham menyajikan panorama Sungai Murchison dikelilingi bukit dan jajaran tebing kokoh berwarna merah muda. Zona terbaik Kalbarri terletak di Nature Window, tempat bingkai raksasa yang menyajikan keelokan ngarai dan gurun pasir berwarna kemerahan berada. Sejumlah kegiatan seperti panjat tebing, trekking, kayaking, berlayar dengan kapal pesiar, atau berkemah di alam bebas dapat dilakukan di Kalbarri.

Namun, menurut Christine Tomlinson dari ADAMS Coachlines, wisatawan harus mengantisipasi kunjungan ke Kalbarri saat musim panas (sekitar Juli-Oktober). “Suhu Kalbarri bisa mencapai 40 derajat Celsius yang membuat populasi lalat berkembang pesat. Jadi, kenakan topi bertudung untuk melindungi wajah, sepatu yang nyaman, dan siapkan air agar trekking tetap nyaman,” katanya.

Lain lagi dengan Monkey Mia yang merupakan salah satu titik wisata bahari terkenal yang dimiliki Australia Barat. Dalam bahasa Aborigin, “mia” berarti rumah atau tempat, sedangkan “monkey” diambil dari nama sebuah kapal mutiara yang berlabuh di kawasan Taman Laut Shark Bay pada abad ke-19. Menurut Greg Ridgley, pemilik Monkey Mia Yacht Charters, inilah alasan industri mutiara begitu berkembang di Monkey Mia sejak kawasan itu terbentuk pada tahun 1890. “Mutiara yang dikembangkan berjenis mutiara hitam dan biasanya diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat,” tuturnya. 

Berlayar di lautan lepas dan berinteraksi dengan lumba-lumba di tepi pantai setiap pagi merupakan dua kegiatan yang dapat dilakukan di Monkey Mia. “Apabila beruntung, tidak hanya lumba-lumba dan dugong yang dapat Anda temui, hiu dan paus pun terkadang naik ke permukaan,” imbuhnya.

Tradisi berinteraksi dengan lumba-lumba ini, kata Ridgley, dimulai sejak tahun 1960. Kala itu seorang nelayan dan istrinya kerap memberi makan seekor lumba-lumba mulut botol yang selalu datang ke tepi pantai pada pagi hari. Inilah yang membuat Monkey Mia terkenal sebagai kawasan ramah lumba-lumba. Pada tahun 1988, pemerintah setempat mengembangkan infrastruktur Monkey Mia dan menjadikannya sebagai pusat konservasi taman laut pada tahun 1990.

Gurun Pinnacle di Australia Barat

Petualangan di Australia Barat berlanjut ke Gurun Pinnacle, Taman Nasional Nambung yang berada di Wheatbelt, sekitar 162 kilometer di barat laut Perth. Nama Nambung diambil dari bahasa Aborigin yang berarti “bengkok” atau “berkelok-kelok”, mengacu pada aliran Sungai Nambung yang mengaliri kawasan tersebut. Kawasan 17.487 hektare ini memiliki hamparan gurun pasir berwarna keemasan bertabur ribuan batu kapur setinggi 0,5-3 meter yang terbentuk dari endapan cangkang kerang berusia 20.000 hingga 30.000 tahun silam.

Keberadaan Gurun Pinnacle mulai mencuri perhatian wisatawan pada tahun 1960, ketika ia berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Nambung. Sejak itu, Gurun Pinnacle menerima kunjungan 250.000 turis setiap tahun. Di sini, wisatawan dapat berjalan kaki menyusuri Gurun Pinnacle atau menguji nyali dengan off-road melintasi gurun batu menggunakan kendaraan 4×4. “Musim terbaik mendatangi Gurun Pinnacle sekitar Juli-Oktober. Pada masa itu, biasanya bunga-bunga liar khas Australia bermekaran di Nambung,” kata Tomlinson. 

Petualangan Australia Barat lainnya yang tidak kalah menarik adalah meluncur dari gumuk setinggi 10 meter di Lancelin. Untuk melakukan sand boarding, diperlukan papan seluncur sepanjang 1,5 meter dengan lebar 20 sentimeter sebagai pijakan. Demi keselamatan, pemula sangat disarankan untuk melakukan sand boarding dengan posisi duduk, tangan dapat dimanfaatkan sebagai pendorong dan kaki sebagai pengontrol kecepatan papan.

Menurut Sean dari Pinnacle Tour, menyusuri Gumuk Lancelin juga dapat dilakukan dengan menggunakan bus 4WD berkapasitas 27 kursi, ATV, mobil 4×4, dan motor trail. “Banyak wisatawan yang terperangkap dalam badai gurun atau mobil yang mereka tumpangi terbalik. Namun, justru di situ letak keseruan Lanceline sehingga banyak yang penasaran untuk mencoba off-road di sini,” katanya. (Baca juga: Menelusuri Sejarah Kota Timah)

Penulis: Siska Maria Eviline