Menikmati Bangka dari Ketinggian Bukit Gebang

Thursday, 03 August 17   0 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Bukit Gebang
Foto: Venuemagz/Ahmad

Kepulauan Bangka memiliki beragam destinasi yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata pantai, sejarah, hingga budaya. Salah satu spot wisata baru – dan sedang digarap serius Dinas Pariwisata Bangka – adalah Wisata Bukit Gebang, salah satu destinasi baru yang berlokasi di Desa Nangka, Kecamatan Air Gagas, Kabupaten Bangka Selatan. Bukit Gebang menawarkan keindahan alam dengan pemandangan pegunungan dan perkebunan teh yang hijau menghampar.

Bukit Gebang dapat dijangkau dengan perjalanan selama satu jam dari Kota Pangkal Pinang, Ibu Kota Bangka Belitung. Sepanjang perjalanan, Anda bisa menyaksikan deretan perkebunan sawit dan lada. Sejam pun tak terasa karena jalanan di Bangka umumnya beraspal mulus. Begitu memasuki kawasan wisata, suasana menjadi lebih sejuk. Sekitar 400 meter dari kaki bukit, dengan kemiringan tanjakan mencapai 70 derajat, pengunjung disarankan berhati-hati. Pasalnya, selain curam, jalanan juga berkerikil.

Untuk tiket masuk dan jasa ojek di pintu utama pengunjung dikenakan biaya Rp5.000-10.000. Sebenarnya pengelola tidak mematok harga tertentu, cukup membayar secara sukarela saja. Sumantri, Kepala Desa Nangka, mengatakan, bagi yang tidak mempunyai uang boleh menumpang ojek secara gratis, begitu juga untuk para lansia yang ingin menuju ke Bukit Gebang.

“Pada awal mulanya, Bukit Gebang bukanlah destinasi wisata. Kawasan ini hanyalah lokasi mengobrol atau bersantai, kemudian para pemuda yang biasa nongkrong di situ mulai membangun tempat bersantai di pohon. Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lainnya membuat Bukit Gebang mulai populer,” kata Sumantri.

Wisata Bukit Gebang berdiri sejak Februari 2017, dibangun hasil dari swadaya masyarakat Desa Nangka. Di atas lahan seluas 10 hektare itu, para wisatawan bisa merasakan lanskap Bangka dan menikmati kesejukan udara Bangka Selatan. Sumantri mengatakan, tiket sukarela yang dikumpulkan dari pengunjung  digunakan untuk membangun berbagai fasilitas umum.

“Kami akan membangun musala. Fasilitas seperti toilet dan pangkalan ojek telah dibangun sebelumnya. Dananya kami ambil dari iuran masuk,” pungkas Sumantri.

Wisatawan yang berkunjung bisa berfoto di lima titik selfie. Bahkan, di bagian utara Bukit Gebang, para wisatawan bisa melihat Pulau Mentawai, sementara di bagian Selatan bisa menyaksikan pemandangan perkebunan durian, sawit, dan lada. Sumantri mengatakan, wisata Bukit Gebang ini dahulunya sebagai tempat kemping orang-orang Australia pada 1990. Lalu, disusul wisatawan asal Turki dan Italia. Setidaknya, setiap hari, Bukit Gebang didatangi 10 orang wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.