Menjelajah Destinasi MICE di Jantung Budaya K-Pop

Friday, 10 November 17   4 Views   0 Comments   Harry Purnama
KOREA SELATAN - SEOUL

Saat semua destinasi MICE internasional berlomba-lomba menciptakan gedung futuristis bak film Star Wars, venue-venue di Seoul justru memilih melompat ke belakang. Mereka menggali kembali khazanah budaya, bahkan kejayaan Dinasti Joseon. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila wisatawan MICE selalu mendapat pengalaman unik saat mengikuti event di Ibu Kota Korea Selatan itu.

Bagi masyarakat Indonesia, Seoul merupakan kiblat baru budaya. Serbuan K-Pop dan sinetron Negeri Ginseng itu mengubah gaya hidup remaja Indonesia. Setidaknya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), 208.329 orang Indonesia mengunjungi Seoul pada tahun 2015, naik 10,1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Gemerlap Korea Selatan memang menggiurkan bagi warga Indonesia. Kota itu dapat dijangkau dari Jakarta dengan penerbangan langsung sekitar tujuh jam. Perbedaan waktunya dengan Jakarta pun hanya dua jam. Belakangan, pertumbuhan kelas menengah yang relatif berusia muda—dan merupakan penyuka K-Pop—membuat Seoul menjadi tujuan wisata insentif korporasi, terutama setelah kota ini memproklamasikan diri menjadi kota konvensi.

Seoul memiliki ratusan ribu meter persegi ruang pertemuan yang mampu menampung ratusan ribu turis bisnis dari berbagai penjuru dunia. Ruang-ruang pertemuan dan pameran tersebut dirancang bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fungsi dan kenyamanan, tetapi juga memiliki cita rasa seni. Walhasil, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Mereka yang datang untuk keperluan MICE dapat sekaligus berwisata.

Konsep ini rupanya sudah direncanakan dengan matang. Seoul Convention Bureau (SCB) menamai destinasi MICE itu sebagai unique venues dengan nilai khusus yang berada di bawah pengawasan SCB. “SCB menyeleksi destinasi wisata sejarah atau tempat yang memiliki ruang pertemuan itu. Selain fasilitas, destinasi juga harus memiliki nilai tambah, seperti memiliki keunikan sejarah atau aktivitas menarik,” ungkap Stewart Ho, MICE Officer Seoul Convention Bureau.

Saat ini, terdapat 44 unique venues yang menjadi unggulan SCB. Mereka yang berhasil masuk seleksi dievaluasi dan diaudit setiap tahun, baik dari sisi performa maupun fasilitas. Tak jarang SCB menambah daftar venue bila ada yang sesuai kriteria. “Kami harus memastikan bahwa turis bisnis yang datang ke venue-venue tersebut tidak hanya datang untuk pertemuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menarik,” tambah Stewart.

Saat beberapa waktu lalu VENUE berkunjung ke Seoul, keunikan venue yang dipaparkan SCB memang betul-betul mampu menahan wisatawan MICE untuk berlama-lama di dalam maupun di sekitar gedung. Yido Artce adalah salah satunya. Gedung berlantai lima ini berada di Distrik Gangnam, kawasan paling mentereng dan gemerlap di Seoul.

Di tengah kepungan perkantoran, mal, dan permukiman elite Gangnam, Yido Artce memang tidak begitu mencuri perhatian karena arsitekturnya yang minimalis. Gedung ini memiliki dua ruang pertemuan berkapasitas 25-70 orang. Lantas apa istimewanya? Cobalah lebih ke dalam lagi. Yido Artce tersohor sebagai pusat kerajinan tangan keramik berbahan dasar tanah liat yang dipusatkan di Yido Hands. Di sini, pengunjung dapat mempelajari sekaligus terlibat dalam pembuatan seni keramik. Yido Artce juga memiliki kelas-kelas kesenian lain, seperti memasak dan merangkai bunga.

KOREA SELATAN

“Di Yido Artce, kami ingin menunjukkan bahwa meeting tidak selalu membosankan: dapat diselingi dengan kegiatan-kegiatan menarik berbudaya. Setelah pertemuan, Anda juga dapat menikmati hidangan di Yido Dining atau melihat-lihat koleksi karya seni di Yido Pottery yang berada di gedung yang sama,” jelas Stewart.

Usai meeting di Yido Artce, cobalah melangkahkan kaki ke LUKA511 yang juga berada di Gangnam. LUKA511 merupakan restoran berkonsep urban yang berada di atas lanskap alami nan elegan. Popularitas restoran ini meningkat setelah menjadi lokasi pengambilan gambar salah satu film ternama Korea, My Love from The Stars. Nilai utama LUKA511 terletak pada bangunan bergaya Eropa dengan interior neo-klasik, yang diisi dengan furnitur modern. Sebuah perpaduan kontras, namun memikat.

Dari Zaman Kaisar Hingga K-Pop

Bagi pencinta fashion, Korea Selatan merupakan salah satu kiblat Asia. Episentrum desain fashion Negeri Ginseng berada di Dongdaemun Design Plaza (DDP). Venue yang dibangun pada tahun 2014 ini merupakan salah satu ikon unique venue di Seoul. Ia mengkhususkan diri pada event-event yang berkaitan dengan desain, seperti Seoul Fashion Week dan pergelaran busana merek-merek internasional ternama.

Bangunan DDP didesain modern, dengan dua exhibition hall berluas 3.108 meter persegi serta dua convention hall seluas 4.540 meter persegi. Selain itu, terdapat juga ruang pertemuan dengan luas hanya 414 meter persegi. Untuk memuaskan hasrat terhadap fashion terkini, kompleks multifungsi ini juga memiliki butik dan toko-toko fashion serta galeri seni dan museum.

Ke Seoul belum lengkap rasanya bila tidak merasakan menjadi seorang bintang K-Pop. Hal ini dapat dilakukan saat berkunjung ke SMTOWN COEX Atrium di area Seoul COEX. Gedung ini dimiliki oleh SM Entertainment, manajemen artis terbesar di Korea Selatan, yang menawarkan pengunjung untuk merasakan kehidupan artis K-Pop. Jadi, di sini pengunjung tidak hanya sekadar melihat dan membeli suvenir-suvenir berbau K-Pop, tetapi juga merasakan menjadi seorang bintang K-Pop.

Untuk itu, SMTOWN Studio memberikan berbagai paket. Anda akan didandani, diajari mengolah suara dan gerak badan, bahkan membuat video klip dan photo shoot yang hasilnya dapat dibawa pulang untuk kenang-kenangan. Program K-Pop Experience ini sangat populer di kalangan turis yang datang ke Seoul.

Seoul juga dikenal sebagai destinasi wisata sejarah. Bentuknya pun tidak melulu bangunan dari era kuno. Sejarah juga dapat berwujud kuliner yang biasa disantap para bangsawan pada masa lalu. Konsep inilah yang dianut Restoran Jinjinbara.

Restoran bergaya klasik ini menghidangkan makanan terbaik yang disajikan ala Kekaisaran Joseon (1392-1910). Kolaborasi pelayanan tradisional dan modern, membuat restoran ini ideal bagi tamu internasional yang tertarik mendalami kebudayaan tradisional Korea. Pada waktu-waktu tertentu, Anda akan dihibur konser musik tradisional Korea saat menikmati santapan.

Jinjinbara memiliki empat ruang pertemuan dengan kapasitas 18-212 orang. Beberapa event yang pernah diselenggarakan di restoran ini antara lain Lithuanian President Welcome Dinner, Hyundai VIP Korea Tour, dan Leo Burnett Incentive Tour.

Bila menyukai industri kreatif, Anda dapat mampir ke KT&G SangsangMadang, yang dibuka pada 2007 di kawasan Hongdae. Seperti Yido Artce, SangsangMadang merupakan gedung yang menggabungkan meeting dengan seni. Gedung berlantai tujuh itu memiliki tujuh ruang pertemuan serta galeri seni. Kapasitas tamu yang mampu ditampung antara 50 hingga 400 orang. Oleh karena lokasinya yang berada dekat Universitas Hongik, yang terkenal dengan fakultas desainnya, SangsangMadang menjadi magnet bagi kaum muda Korea Selatan untuk mempresentasikan karya film, teater, dan desain.

Bila ingin menggelar meeting dengan suasana laut, kota ini memiliki Seoul Marina Club & Yacht. Bangunan marina dengan empat lantai yang berlokasi di Distrik Yeouido ini memiliki tiga ruang pertemuan berkapasitas 80-200 orang. Pasca-pertemuan, Anda dapat rekreasi berkeliling Sungai Hangang dan menikmati pemandangan Kota Seoul dari 45 armada yacht yang disediakan oleh marina ini.