Bali & Beyond Travel Fair 2016 Melebihi Target

Monday, 23 May 16   2 Views   0 Comments   Venue

Bursa pariwisata internasional Bali & Beyond Travel Fair 2016 yang akan diadakan pada 22-26 Juni 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, benar-benar diminati para buyer potensial dari seluruh dunia. Hingga 18 Mei 2016, target 275 buyer sudah jauh terlewati. Saat ini tercatat 323 buyer dari 42 negara akan hadir pada Bali & Beyond Travel Fair 2016. 

“Angka 323 buyer itu luar biasa. Kami sudah menyortirnya dengan ketat. Hanya potential buyers yang kami setujui untuk diikutsertakan,” kata I Ketut Ardana, Ketua Penyelenggara BBTF 2016.

Penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair 2016 yang mengangkat tema “Where The World Comes To Meet”¬†menargetkan transaksi sebesar Rp9,4 triliun dengan jumlah penjualan yang akan mendatangkan kunjungan 500.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia. Angka 500.000 wisman tadi setara dengan 13 persen dari peningkatan kunjungan wisman ke Bali yang tahun ini menargetkan 4,2 juta wisman.

“Ini seperti mesin pencetak wisman. Bali & Beyond Travel Fair sangat efektif menarik kunjungan wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali beyond,” tambah Ardana.

Di Bali & Beyond Travel Fair 2016, pelaku usaha dari India ada di urutan teratas. Ada 77 operator perjalanan asal India yang ikut hunting di penyelenggaraan bursa pariwisata internasional. Setelah itu, ada Tiongkok yang menghadirkan 20 operator perjalanan, diikuti Australia dengan 17 operator perjalanan, Filipina (17 operator perjalanan), Jerman (12 operator perjalanan), Malaysia (11 operator perjalanan), Belanda (11 operator perjalanan), Singapura (11 operator perjalanan), Uni Emirat Arab (11 operator perjalanan), Inggris (15 operator perjalanan), serta Amerika Serikat (9 operator perjalanan).

“Negara-negara tadi selama ini paling banyak menyumbangkan wisatawan mancanegara. Saya yakin acara ini mampu menggenjot potensi jumlah kunjungan wisman, khususnya dari Tiongkok dan India,” ujar Ardana.

Secara total, Ardana berharap ada kenaikan 550.000 wisman sebagai imbas dari event tersebut. Apalagi, dalam agenda ini, penyelenggara juga merancang paket khusus bagi buyers platinum, berupa post tour ke empat destinasi unggulan Tanah Air, seperti Banyuwangi, Gili Trawangan, Pulau Komodo, dan Toraja. Post tour ini digelar untuk memperluas destinasi tujuan wisata bagi para pasar existing, misalnya Tiongkok yang selama ini mayoritas memilih Jakarta, Bali, dan Manado diharapkan akan mulai melirik Gili Trawangan.

“Pasar untuk keempat destinasi itu sebenarnya mayoritas Eropa dan ASEAN, tapi kita tidak mau hanya mentok di situ saja, makanya kita perkenalkan ke market baru seperti Tiongkok. Nanti para operator perjalanannya kami ajak ke sana,” kata Ardana.

Selain pembeli dari luar negeri, 20 pelaku industri dalam negeri juga mendaftar sebagai buyer. Akan tetapi, mayoritas pelaku industri dari Tanah Air lebih berperan sebagai seller yang menjual berbagai paket wisata, kamar hotel, dan atraksi wisata.

“Untuk seller-nya ada 169 perusahaan yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Kami harapkan total nilai transaksi nanti bisa mencapai Rp9,4 triliun,” kata Ardana.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, melihat banyaknya buyer yang berpartisipasi tersebut sebagai indikator bahwa sektor pariwisata sudah semakin menguat. “Agar semakin kokoh, saya ingin tahun depan berani mengundang seller dan buyer Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina ke Bali. Mengapa harus takut? Ini untuk menaikkan status BBTF, percayalah destinasi kita jauh lebih hebat dan punya keunikan yang khas,” kata Arief Yahya.

“Kalau produk kita sudah bagus dan dipasarkan dengan cerdas, costumers akan percaya, kok. Kita harus out world looking, jangan puas menjadi jago kandang,” kata Arief Yahya.

Penulis: Harry Purnama