Bali & Beyond Travel Fair 2016 Target Transaksi Rp7 Triliun

Friday, 24 June 16   2 Views   0 Comments   Venue

Bali & Beyond Travel Fair 2016 digelar dari tanggal 22-26 Juni 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center. Event yang merupakan acara tahunan ASITA Bali bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata ini sengaja digelar setiap bulan Juni karena bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya Bali. Acara yang berkonsep B2B ini mempertemukan para pelaku bisnis wisata sebagai seller untuk melakukan promosi secara langsung, baik untuk MICE maupun wisata liburan, kepada buyer yang sebagian besar merupakan biro perjalanan wisata.

Perhelatan Bali & Beyond Travel Fair 2016 diikuti oleh 222 buyer dari 30 negara serta 154 seller. Dari 222 buyer itu, 63 di antaranya merupakan pembeli platinum atau pembeli yang mampu mendatangkan lebih dari 10.000 turis mancanegara per tahun. Buyer yang datang antara lain berasal dari Argentina, Australia, Belgia, Cina, Estonia, Jerman, Hong Kong, AS, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, Thailand, Inggris, dan Arab Saudi. Sementara itu, seller yang hadir merupakan pelaku industri pariwisata dan dinas pariwisata dari berbagai daerah, seperti Banyuwangi, NTB, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan. Hosted seller BBTF 2016 adalah Tana Toraja.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, pelaksanaan BBTF 2016 semakin dikenal dunia karena 80 persen buyer merupakan pelaku bisnis pariwisata internasional. “Event ini semakin tahun semakin baik, dan saya berani katakan jika BBTF adalah event berskala internasional karena persentase international buyer jauh lebih banyak dari lokal,” ujar Arief Yahya.

Pameran yang mengangkat tema “Where The World Comes To Meet” ini sangat potensial untuk menjadi salah satu yang terbesar, termasuk berpotensi juga dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang kunjungan 20 juta turis mancanegara pada 2019. “Sebab, total kunjungan wisman ke Indonesia sekitar hampir 40 persennya masuk melalui Bali,” kata Arief Yahya.

BBTF 2016 Melangkah Maju

Untuk menambah kualitas BBTF agar bersaing dengan travel mart sejenis di luar negeri, Arief Yahya berharap pada BBTF tahun selanjutnya pihak panitia mampu mengundang seller internasional dari sejumlah negara.

Ibu Bupati Tana Toraja

Menurut I Ketut Ardana, Ketua Panitia BBTF, peningkatan kualitas Bali & Beyond Travel Fair sudah dimulai dari pelaksanaan tahun ini, antara lain kenaikan 30 persen nilai transaksi. Pada tahun lalu, transaksi yang terjadi mencapai US$400 juta, dan pada tahun ini ditargetkan mencapai US$520 juta atau setara Rp7 triliun. Selain itu, BBTF 2016 ini diharapkan berhasil mendatangkan 550.000 wisman, naik 23 persen dari tahun lalu yang mendatangkan 425.000 wisman.

Kemajuan yang terjadi dalam penyelenggaraan kali ini juga dirasakan oleh para buyer dan seller. Salah satunya diungkapkan oleh GM Aditya Beach Resort di Pantai Lovina, Bali Utara. Menurutnya, selama ini tak banyak wisatawan dunia yang mengenal dekat destinasi wisata di Bali Utara, tetapi dari beberapa kali penyelenggaraan BBTF, dampak promosi bagi destinasi wisata di Bali Utara cukup signifikan.

Kruamas Musaw, buyer dari Thailand yang sudah dua kali ikut BBTF, mengaku mendapat banyak wawasan tentang destinasi wisata di luar Bali. “Dari seminar yang baru saja digelar dan beberapa program, kami para buyer jadi bisa menjual lebih banyak lagi destinasi selain Bali yang ternyata tak kalah bagusnya dari Bali,” ujar Kruamas Musaw.

Musaw juga mengungkapkan, ketika mengikuti BBTF pertama kalinya, ia berhasil banyak menjual destinasi Medan dan daerah lain di luar Bali. Untuk kali ini, rencananya ia akan lebih banyak lagi menjual destinasi. “Saya pikir banyak sekali yang disukai warga kami di Thailand, seperti Toraja, begitu juga dengan Flores dan NTB,” ujar Musaw.

Selain pameran wisata dan B2B Travex, pada BBTF 2016 ini juga digelar sejumlah program, termasuk seminar wisata, networking session, dan post tour ke sejumlah destinasi wisata di Bali. Untuk post tour dibagi tiga klasifikasi: post tour 1 mengunjungi Lovina, Kintamani, Tanah Lot, Buleleng, dan Bedugul; post tour 2 ke Desa Undisan di Bangli dan sejumlah destinasi lain di Badung dan Bangli; dan post tour 3 mengunjungi Taman Nasional Bali Barat, Lovina, hingga Gunung Gumitir dan Pantai Merah di Banyuwangi.

Dalam acara kali ini juga dilakukan penandatanganan MOU dari berbagai pihak, di antaranya MoU antara Ketua ASITA Bali Ketut Ardana dan kepala lembaga pariwisata dari Jeju Korea Selatan Yeong Jin Kim. Pada kesempatan itu, Yeong Jin Kim mengatakan dia dan timnya akan mempromosikan Bali lebih banyak lagi di negaranya. Bahkan, untuk mempermudah akses dari Jeju ke Bali, dia mengatakan sanggup menyewa pesawat charter untuk menerbangkan langsung turis dari Jeju ke Bali dan sebaliknya jika dirasa perlu.

Penulis: Nila Sofianty