Bangun Brand Kompetitif di Era Digital

Monday, 07 March 16   6 Views   0 Comments   Venue

Lembaga riset MarkPlus Insight menghasilkan 300 WOW Brand lintas industri melalui riset dan survei dengan metode Purchase Action Ratio (PAR) dan Brand Advocacy Ratio (BAR). PAR mengukur seberapa banyak orang yang mengenal brand tertentu dan membelinya, sementara BAR mengukur berapa banyak yang kenal brand tertentu dan kemudian merekomendasikannya ke teman atau keluarga.

Para WOW Brand ini diperkenalkan bersamaan dengan The 1st WOW Brand Festive Day 2016 yang berlangsung pada Kamis, 3 Maret 2016, di Ballroom Raffles Hotel Jakarta. Brand Festive Day 2016 yang mengusung tema “Brand-X Is Human: Are You In” ini ingin mendorong berbagai brand lintas industri supaya mampu menyikapi perubahan di era Internet karena di zaman serba Internet ini banyak brand yang pada kurun waktu tertentu begitu kuat, tapi bisa mendadak kehilangan relevansi dan hilang, sementara pemain baru cepat bermunculan dan menjadi kuat. Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc., mengatakan, brand itu seutuhnya adalah ‘manusia’, semakin direkomendasikan brand itu semakin ‘manusia’ atau menjadi sahabat konsumennya.

Para peserta The 1st WOW Brand Festive Day 2016 yang datang dari berbagai lintas industri ini begitu setia mengikuti acara yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai 17.00. Selain Hermawan Kartajaya, sejumlah pembicara lain mewakili beberapa brand besar seperti Adira Insurance, Garuda Indonesia, Starbucks, dan perusahaan jasa kurir JNE hadir untuk berbagi strategi branding mereka.

WOW Marketing merupakan konsep marketing yang diperkenalkan Hermawan sejak tahun 2014. Konsep marketing ini dikembangkan untuk merespons perubahan perilaku konsumen di era konektivitas dengan 4A (Awareness, Attitude, Act, dan Act Again) menjadi 5A, yakni Awareness, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. “Yang membedakan The 1st WOW Brand Festive Day dengan Brand Black-Tie Dinner Party adalah terbukanya peluang suatu sektor industri untuk memiliki lebih dari tiga pemain yang bisa menjadi anggota brand for good club, tidak peduli besar kecilnya size dari suatu sektor industri sepanjang pemain-pemain tersebut punya skor BAR yang tinggi,” jelas Hermawan.

Penulis: Johana