Bekraf akan Selenggarakan World Conference of Creative Economy

Monday, 06 November 17   13 Views   0 Comments   Harry Purnama
World Conference of Creative Economy

Industri kreatif telah menunjukkan keunggulannya karena terus tumbuh selama krisis keuangan dan ekonomi global. Dengan pertumbuhan teknologi dan peningkatan pendapatan dari negara berkembang, terlihat bahwa ekonomi kreatif akan menjadi masa depan ekonomi global. Dunia melihat tantangan dalam pembangunan ekonomi kreatif, tidak terkecuali Indonesia dengan berbagai pasar potensial yang belum dimanfaatkan.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melihat pentingnya hal itu untuk diketahui oleh masyarakat dan hal-hal terkait di dalamnya, seperti Hak Kekayaan Intelektual, infrastruktur, pemasaran, ataupun mekanisme permodalannya. Oleh karena itu, Bekraf untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional The World Conference of Creative Economy (WCCE) yang rencananya akan berlangsung di Bali pada 3-4 Mei 2018.

Konferensi ini akan mempertemukan perwakilan dari pemerintah, pengusaha, think tank, komunitas, organisasi internasional, media, dan ahli di bidang ekonomi kreatif dengan tema utama “Inclusively Creative”. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat internasional untuk membahas peluang dan tantangan di dunia ekonomi kreatif.

Inclusively Creative” berasal dari keyakinan bahwa industri kreatif telah membawa era baru dalam dunia bisnis. Hal ini tidak lagi eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar, namun telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif di mana semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang. Geografis juga bukan lagi menjadi sebuah penghalang, karena Internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama.

Hal ini diharapkan dapat memberi posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator untuk komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya. Dengan memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis, ekonomi kreatif akan menjembatani kekompakan di seluruh masyarakat.

The World Conference of Creative Economy akan dibagi dalam beberapa topik menarik, di antaranya “The Butterfly Effect: Dampak Sosial Ekonomi Kreatif (Social Cohesion)”, “Menghasilkan Peraturan Kreatif yang Tepat”, “Memberikan Penawaran Industri Kreatif Agar Tidak Ditolak”, “Membawa Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Enterprise ke Level Baru”, dan “Masa Depan Ekonomi Kreatif”.

Sebelum penyelenggaraan konferensi tersebut, Bekraf akan menyelenggarakan the Preparatory Meeting of the World Conference of Creative Economy (the Prepmeet of WCCE) yang akan berlangsung di Bandung pada tanggal 4-7 Desember 2017. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan dengan format panel yang akan membahas empat topik besar, yaitu kebijakan, ekosistem, social cohesion, dan marketing serta menghasilkan sebuah rekomendasi yang akan dibawa dan dibahas lebih lanjut pada World Conference of Creative Economy di Bali pada 3-4 Mei 2018.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, mengatakan, kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2015 mencapai Rp852 triliun. Untuk akhir tahun 2017 ini, kontribusinya akan mencapai Rp1.000 triliun.

“Capaian kontribusi ekonomi kreatif dari tahun ke tahun akan meningkat secara rata, atau paling tidak peningkatannya Rp70 triliun per tahun,” ujar Triawan Munaf.