Bintan, Ujung Tombak Tarik Wisman di Perbatasan

Thursday, 09 November 17   2 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Bintan Moon Run

Para pelari maraton asal  Kenya mendominasi Bintan Moon Run 2017 yang diadakan di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia. Mereka menyapu bersih gelar juara lomba lari 10 kilometer yang diselenggarakan pada 4 November 2017.

Di bagian putra, Belet Joshua Kiplagat menjadi yang tercepat dengan waktu 30 menit 33 detik. Disusul dua rekan negaranya, Maritm Thomas Kipkorir (30:36:770) dan Stephen Mugambi (31:22:750). Sedangkan atlet wanita tercepat adalah Cynthia Chelangat Towett  dengan waktu 37 menit dan 22 detik. Pelari putri dari Belgia, Vanja Cnops, mencuri satu tempat di posisi kedua (38:50:400), dan posisi ketiga direbut pelari putri Kenya lainnya, Serem Valentine Jepkemoi (40:45:270).

Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nuantara Kemenpar, yang juga didampingi Hendry Noviardi, Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia maupun para peserta yang ikut dan menikmati keindahan Lagoi tersebut.

“Selamat bagi para pemenang. Terima kasih dan selamat menikmati keindahan di Lagoi Bintan. Perlombaan ini membuktikan bahwa Lagoi Bintan berhasil menggelar ajang sport tourism berskala internasional yang mendatangkan banyak turis mancanegara,” kata Esthy.

Untuk Bintan, ini merupakan sukses besar yang patut diacungi jempol. Pasalnya, destinasi yang juga masuk ke dalam wilayah destinasi cross border Tanah Air ini sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kemasan acara pertandingan pun menarik dan unik.

Lomba yang diselenggarakan di malam hari dalam suasana terang bulan. Pesertanya menembus angka 1.000 orang. Dari angka itu, 300 peserta di antaranya adalah wisman. Mereka berasal dari 34 negara yang didominasi peserta dari Singapura dan Kenya.

Semuanya berlomba dalam tiga kategori, yaitu 10 kilometer Competitive, 2.5 kilometer Sarong Run, dan 1.2 kilometer Parent dan Child Run. Competitive Run jarak 10 kilometer diperuntukkan bagi atlet dari semua tingkatan baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Luki Zaki Prawira, Kepala Dinas Pariwisata Bintan, mengatakan, suksesnya sport tourism level internasional ini menunjukkan bahwa popularitas Bintan Moon Run yang digelar kedua kalinya ini sudah dikenal luas.

“Bintan Moon Run ini potensinya dahsyat. Bisa menciptakan citra, bahwa Bintan destinasi yang lengkap dan cocok untuk didatangi bersama keluarga besar baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” ujar Luki Zaki Prawira.

Lebih lanjut Luki mengatakan, Bintan memiliki berbagai syarat yang harus dimiliki satu destinasi. Mulai dari aksesibilitas, amenitas, juga atraksi. Bahkan, semua unsur tersebut di Bintan telah berstandar dunia dengan keragaman yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan.

“Kami juga punya lapangan golf, kami punya resor yang lengkap. Jika Anda membawa keluarga, sudah pasti akan tertampung di sini dan semua happy dengan alam yang asli dan tidak dimiliki negara lain,” ujar Luki.

Bagi Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, menjaring wisman di border area via olahraga sudah sangat tepat. Apalagi, promosinya langsung mengarah ke Singapura dan Malaysia, dua negara yang ditinggali banyak ekspatriat dan permanent resident.

“Bintan ini adalah pintu masuk yang sangat ‘seksi’ untuk wisatawan Singapura maupun Malaysia. Kami harus menjaganya dengan berbagai macam atraksi agar wisatawan nyaman ke Bintan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.