Borobudur Marathon 2016 Diikuti 20.000 Pelari

Tuesday, 08 November 16   0 Views   0 Comments   Venue

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur, salah satunya dengan menggelar Borobudur Marathon. Penyelenggaraan lomba lari maraton yang memadukan wisata dan olahraga, atau biasa disebut dengan sport tourism, tersebut akan digelar pada 20 November 2016.

Ajang lari yang disponsori Bank Jateng ini menawarkan keunikan berupa rute yang berawal dari pelataran Candi Borobudur, berkeliling ke desa-desa sekitar, dan berakhir di tempat awal lari. Sebanyak 17 negara memastikan bakal menerjunkan atletnya untuk berpartisipasi dalam Borobudur Marathon 2016, antara lain dari Kenya, Ethiopia, Nigeria, Prancis, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Malaysia.

Borobudur Marathon 2016 melombakan lima kategori lari, yakni Borobudur (10 kilometer), Borobudur Half Marathon (21 kilometer), Borobudur Full Marathon (42,195 kilometer), Borobudur Ultrathon (120 kilometer), serta Borobudur Ambassador and Celebrity Run (3 kilometer). Pemprov Jateng menargetkan acara ini akan diikuti sekitar 20.000 pelari.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, mengatakan, pelaksanaan Borobudur Marathon 2016 merupakan langkah nyata promosi pariwisata Jawa Tengah, terutama di kawasan Borobudur yang terkenal akan keragaman budaya dan sebagai cagar budaya dunia. “Event di Candi Borobudur terbilang masih sangat kurang. Karena itu, event-event harus diperbanyak untuk menjual pariwisata sehingga terdapat daya tarik bagi wisman yang berlibur di Candi Borobudur,” kata Arief Yahya.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, menyayangkan selama ini wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur hanya sekadar datang lalu langsung pulang. Karena itu, ia merasa perlu menciptakan sesuatu yang unik agar wisatawan berminat untuk datang kembali ke Candi Borobudur, yakni dengan memperbanyak event di Candi Borobudur atau memperkenalkan wisata di sekitar candi.

“Untuk mengembangkan wisata candi harus menonjolkan suatu yang unik, misalnya menyatukan kekayaan seni maupun budaya atau menciptakan kampung wisata, karena terdapat sawah purbakala di sekitar candi. Atau, bisa juga mengadakan kegiatan seperti menanam padi atau mengejar bebek. Ini menjadi suatu usaha yang unik untuk memikat wisman datang ke Indonesia, dan hal seperti itu membuat wisatawan mendapatkan pengalaman berharga,” kata Ganjar.

Jawa Tengah memiliki 10 event yang diunggulkan dari keseluruhan 119 event yang ada, antara lain Borobudur Marathon 2016, Tour de Borobudur pada 18-19 November 2016, Borobudur Sport & Fashion Expo (18-19 November 2016), dan Central Java Borobudur Adventure Off Road 2016 pada 11-13 November 2016.

Penulis: Ahmad Baihaki