Bromo Night Carnival akan Menjadi Acara Tahunan

Tuesday, 02 January 18   21 Views   0 Comments   Harry Purnama
Bromo Tengger Semeru

Pawai budaya Bromo Night Carnival yang digelar di lingkungan warga Suku Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akan menjadi acara tahunan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa digelar setiap tahun pada malam tahun baru karena antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikutinya,” kata Yulius Christian, Camat Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo mengadakan pawai budaya yang dikemas dalam Bromo Night Carnival dalam rangka memeriahkan malam tahun baru 2018 di Kecamatan Sukapura. Menurut Yulius, pawai budaya Bromo Night Carnival tersebut baru pertama kali digelar yang dimeriahkan dengan penampilan pergelaran budaya dari El Gibran, Desa Krucil, Kecamatan Krucil, dan Seni Gamelan Baleganjur khas Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

“Dari masyarakat Tengger di Kecamatan Sukapura menampilkan Jaranan Tengger Desa Jetak, Reog Singo Budoyo dari Desa Wonotoro, Kuda Lumping dari Desa Ngadas, Reog Abdi Budoyo Desa Ngadisari, dan Jaranan Tengger Desa Ngadirejo,” tuturnya.

Selama ini, hanya keindahan pemandangan alam yang dinikmati wisatawan di Gunung Bromo. Dengan adanya pawai budaya Bromo Night Carnival ini menjadikan budaya yang dimiliki masyarakat Tengger juga dapat menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

“Antusias warga sekitar dan wisatawan cukup tinggi sehingga ke depan kegiatan pawai budaya ini akan diselenggarakan lebih meriah dan beraneka ragam budaya untuk memeriahkan pergantian tahun,” kata Yulius.

Yulius mengatakan, melalui Bromo Night Carnival, perayaan tahun baru di lingkungan warga Suku Tengger dirayakan sesuai dengan adat, tradisi, dan kearifan lokal sehingga ke depan akan diikutkan semua komponen yang ada, baik desa, sekolah, maupun jasa wisata yang ada di Gunung Bromo.

Tatok Krismarhento, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan sajian untuk memeriahkan pergantian tahun baru dengan tujuan menarik perhatian pengunjung wisatawan lokal maupun mancanegara di Gunung Bromo.