FGD Expo 2015 Menargetkan Transaksi Rp100 Miliar

Thursday, 06 August 15   0 Views   0 Comments   Venue

Perkembangan industri kreatif Indonesia mulai berkembang secara signifikan dan semakin beragam yang akhirnya mampu membentuk pasar sendiri, baik di dalam maupun di luar negeri. Kondisi tersebut secara signifikan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian yang juga kian besar, tak hanya mendatangkan devisa dan mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi juga membuka lapangan pekerjaan. Karena itulah, FGD Forum menyelenggarakan FGD Expo.

Pada hari ini (6/8), FGD Expo 2015 resmi dibuka dan berlangsung hingga tanggal 9 Agustus 2015 di Hall A dan B Jakarta Convention Center. Pameran dua tahunan ini hadir dengan mengusung tema “Tech Provoke“. Danton Sihombing, Chairman FGD Forum, menyatakan bahwa provokasi positif terhadap pola pandang, pola pikir, dan pola tindak yang terkait dengan pesatnya teknologi dapat memengaruhi efektivitas, efisiensi, dan produktivitas usaha di industri kreatif.

FGD Expo telah hadir selama 12 tahun, dimulai pertama kali pada tahun 2013 di Semanggi Expo. Pada tahun ini, FGD Expo 2015 menggunakan lahan 12.000 meter persegi, serta menghadirkan 130 perusahaan dan menargetkan 50.000 buyer. “Untuk target transaksi, kami menargetkan akan terjadi transaksi sekitar Rp100 miliar selama empat hari pameran. Target transaksi ini sama dengan transaksi yang terjadi pada FGD Expo 2013, yakni sekitar Rp100 miliar. Namun, pada 2013 perekonomian sedang bagus, dan tahun ini perekonomian sedang turun, karena itu kami realistis target transaksi pada 2015 sekitar Rp100 miliar,” ujar Danton.

FGD Expo merupakan pameran yang mengusung empat pilar dalam industri kreatif, yakni printing, packaging, promotion, dan publishing. Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas, menyatakan bahwa industri kreatif akan menjadi tumpuan di masa depan. “Sumbangan industri kreatif terhadap perekonomian telah mencapai 6,3 persen GDP yang mencapai Rp104,73 triliun,” ujar Sigit Pramono.

“Rata-rata pertumbuhan di sektor kreatif ini sekitar tujuh hingga 10 persen pada tahun 2000 hingga 2015,” ujar Faisal Basri, ekonom Indonesia.

Tak hanya memamerkan mesin-mesin cetak dan kertas-kertas untuk percetakan, FGD Expo 2015 juga mengusung program-program edukasi yang dikemas dalam sebuah wadah bernama FGD University. FGD University tidak hanya menyasar para pelaku industri grafika, tapi juga bagi masyarakat umum dan para pelajar. Di FGD University ini berbagai informasi terbaru yang terkait dengan industri grafika dan industri kreatif dihadirkan dalam sebuah kelas.

Penulis: Harry Purnama