Gubernur Lampung Minta Arief Yahya Dukung Lampung Krakatau Festival

Tuesday, 08 August 17   2 Views   0 Comments   Harry Purnama
festival pariwisata menara siger
Menara Siger di Lampung. Foto: Venuemagz/Catur

Banyaknya festival pariwisata yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia membuat Ridho Ficardo, Gubernur Lampung, merasa getir. Menurutnya, di satu sisi festival pariwisata tersebut menjadi bahan promosi pariwisata Indonesia ke dunia internasional. Bahkan, beberapa festival pariwisata juga telah menjadi ikon pariwisata nasional dan masuk ke dalam kalender pariwisata tahunan Kementerian Pariwisata.

Namun, di sisi lain, festival-festival pariwisata tersebut ada yang tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sehingga tidak terpromosikan dengan baik, terutama festival-festival yang sudah tua. Karena itu, Ridho berharap Kementerian Pariwisata dapat mendukung pelaksanaan Lampung Krakatau Festival 2017 yang akan diselenggarakan pada 25-27 Agustus 2017.

“Ini festival tua yang punya akar sejarah sehingga diharapkan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Krakatau ini sangat terkenal di dunia karena letusannya,” ujar Ridho. “Karena itu, kami berharap ini bisa menjadi salah satu ikon pariwisata nasional apabila bisa ditangani sebaik mungkin.”

Apalagi, tambah Ridho, Lampung saat ini sedang berbenah untuk menjadi destinasi wisata nasional. “Kami akan membangun dermaga penyeberangan eksekutif (di Pelabuhan Bakauheni) yang akan mempersingkat waktu penyeberangan hingga setengahnya. Selain itu, pembangunan jalan tol Trans Sumatra juga diperkirakan rampung pada tahun depan yang nantinya akan tersambung hingga dermaga penyeberangan eksekutif tadi. Selain itu, kami juga akan meningkatkan status Bandara Raden Inten II menjadi bandara internasional, dan bandara di pesisir barat, yakni Bandara Taufik Kiemas, juga akan dijadikan bandara reguler,” ujar Ridho Ficardo.

(Baca juga: Lampung Selatan akan Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata)

Selain mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampung, Ridho juga sedang giat menggerakkan ekonomi kreatif di Lampung. “Kita tidak bisa selalu menjual keindahan alam atau kegiatan budaya, karena itu kita menggerakkan ekonomi kreatif untuk mengisi konten pariwisata di Lampung,” ujar Ridho.

“Kami juga meringankan (kain) tapis, sebab tapis itu berat ketika dipakai dan mahal sehingga wisatawan enggan mencoba maupun membelinya. Kami akan buat kelas-kelas harga tapis sehingga bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan,” ujar Ridho.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk membenahi sektor pariwisatanya. “Lampung sudah bagus, sudah layak jual. Apalagi pertumbuhan wisatawan di Lampung mencapai 30 persen, di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang sekitar 20 persen,” ujar Arief Yahya.

Perhelatan Lampung Krakatau Festival 2017 akan dilaksanakan pada 25-27 Agustus 2017. Perhelatan Lampung Krakatau Festival yang telah memasuki tahun ke-27 ini mengangkat tema “The Glory of Lampung Crown”. Melalui festival ini, Pemprov Lampung ingin mempromosikan destinasi wisata unggulannya, yakni Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Air Terjun Putri Malu, serta Taman Nasional Way Kambas.