Hello Pacitan Diharapkan Jadi Konsep Destinasi Wisata Terpadu

Tuesday, 23 August 16   0 Views   0 Comments   Venue

Destinasi wisata bahari pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, menjadi bagian konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkesinambungan terpadu dan menyeluruh pariwisata unggulan daerah. Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya ajang sport tourism bertajuk Hello Pacitan 2016 “Flaming of the Sea”. Event tersebut digelar di Pantai Pancer, Pacitan, 17-21 Agustus 2016. 

Event ini akan mengangkat pariwisata di pantai selatan Jawa Timur dengan melibatkan para peselancar profesional dari mancanegara dan domestik. Acara ini diikuti 25 peselancar putra dan 15 peselancar putri dari Brasil, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Swedia, Thailand, Australia, Indonesia, dan Argentina,” ujar Wasi Prayitno, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan.

Kegiatan surfing ini terbagi dalam grade II putra, yang dimenangkan peselancar asal Bali, Raditya Rondi, juara kedua asal Jepang Rio Wada, dan juara ketiga ada dua orang, yaitu Dede Suryana dari Jawa Barat serta Darmaya Bleronk dari Bali.

Sementara itu, pemenang grade putri divisi I diraih peselancar asal Jepang, yaitu Rina Kitazawa. Posisi kedua diraih oleh Taina Izquierdo yang merupakan atlet blasteran Indonesia dan Amerika Serikat, dan di posisi ketiga adalah Kailani Johnsonos dan Puanani Johnsonos yang juga atlet blasteran Indonesia dan Amerika Serikat.

Indartato, Bupati Pacitan, mengaku kegiatan Hello Pacitan ini diharapkan jadi agenda tahunan Pemkab Pacitan karena dapat menyedot kunjungan wisatawan mancanegara. Selain wisata pantai, Pacitan juga memiliki obyek wisata gua, karena itu Pacitan juga dikenal dengan Kota 1001 Goa.

“Geliat pariwisata daerah Kabupaten Pacitan memang terjadi kenaikan dari 300.000 kunjungan di tahun 2012 meningkat menjadi sekitar 1,4 juta kunjungan wisatawan periode Januari-Juli tahun 2016,” ujar Indartato.

Indartato menambahkan, perbaikan infrastruktur juga segera dibenahi, mulai akses jalan masuk, transportasi, bandara, serta hunian seperti hotel dan homestay di sekitar area wisata.

Penulis: Ludhy Cahyana