Hospital Expo, Ajang Memperluas Pasar ke Luar Negeri

Thursday, 19 October 17   11 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Hospital Expo 2017
Foto: Venuemagz/Ahmad

Hospital Expo 2017 diselenggarakan kembali pada 18 hingga 21 Oktober di Jakarta Convention Center. Acara yang diadakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia bekerja sama dengan PT Okta Sejahtera Insani ini menampilkan produk-produk kesehatan serta teknologi terbaru.

Erik Hidayat, Business Development Manager TRIMED Medical System yang menjadi salah satu peserta Hospital Expo 2017, mengatakan, TRIMED merupakan salah satu produsen alat kesehatan asli Indonesia yang bergerak di bidang peralatan kesehatan darurat. TRIMED memamerkan tas medis, peralatan untuk patah tulang, alat darurat untuk kebakaran, alat tensi darah, alat gotong darurat, alat bantu pernapasan, dan sebagainya.

“Trimed juga memproduksi alat kesehatan darurat yang lebih fleksibel dan bisa digunakan di tempat wisata yang biasanya di sana selalu ada pos medisnya. Misalnya, di pantai terjadi kecelakaan tenggelam, alat bantu pernapasan tentu dibutuhkan, sedangkan untuk di pegunungan yang dibutuhkan seperti alat gotong dan lainnya. Jadi, kebutuhan alat medis itu akan selalu ada” kata Erik.

Erik mengatakan bahwa TRIMED telah mengikuti pameran ini sejak 2004. Menurutnya, Hospital Expo merupakan pameran yang bisa membangun produsen alat kesehatan dalam negeri. “Alasan mengikuti Hospital Expo ini adalah kami ingin mengekspor produk ke luar negeri. Mengikuti pameran ini juga sebagai wujud konsisten perusahaan kami yang selalu ada di Indonesia,” ucap Erik.

Erik menambahkan, Hospital Expo ini bisa menjadi lebih besar dari segi lokasi yang digunakan maupun bisnisnya. Dengan adanya pameran ini, setiap perusahaan alat kesehatan di Indonesia bisa memperluas pasarnya ke luar negeri.

Imam Subagyo, Direktur Operasional PT Poly Jaya Medikal, mengatakan, sebagai salah satu peserta Hospital Expo 2017 pihaknya memperkenalkan produk-produk seperti inkubator, mesin rontgen, radiologi, oksigen, alat terapi, dan sebagainya. PT Poly Jaya Medikal menyasar dua target, yakni sektor swasta dan pemerintah. Sektor swasta biasanya mencari produk yang bagus dengan harga terjangkau, sedangkan sektor pemerintah itu mengikuti program dari pemerintah.

“Hampir 80 persen pemerintah memerlukan kebutuhan alat kesehatan, dan sisanya swasta,” ujar Imam.

“Ini merupakan event yang terbesar untuk alat kesehatan di Indonesia, dan kami sudah mengikuti pameran ini empat kali. Kami tidak menargetkan transaksi, tapi ingin memperluas jaringan ke luar negeri, dan biasanya itu baru terasa usai pameran berlangsung,” ujar Iman.