INAMICE 2017 Tingkatkan Daya Saing Destinasi MICE Indonesia

Friday, 28 April 17   207 Views   0 Comments   Harry Purnama
INAMICE 2017
Foto: Venuemagz/Ahmad

Mahasiswa Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) bekerja sama dengan Forum Program Studi MICE, Lembaga Sertifikasi Profesi MICE, INCCA (Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia), dan ASPERAPI (Asosiasi Pameran Seluruh Indonesia) menyelenggarakan konvensi INAMICE 2017 pada 26 April 2017. Bertempat di Crown Plaza Hotel, konvensi ini bertujuan meningkatkan daya saing destinasi MICE Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

INAMICE 2017 mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Destinasi MICE Indonesia Melalui Penguatan Industri dan Profesionalisme SDM MICE”. Pada sesi diskusi bertema “Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang MICE”, turut hadir Wisnu Budi Sulaeman, CEO Puntama Convex sekaligus salah satu pendiri Indonesia Congress & Conference Association (INCCA). Wisnu mengatakan, sejak dua tahun lalu Indonesia sudah membuat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang MICE sebanyak 98 standar. Menurutnya, standar ini mempunyai andil yang paling besar untuk kemajuan industri MICE di Indonesia.

Beberapa unit Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang MICE adalah mengembangkan rancangan pameran, mengembangkan teknik untuk rancang-bangun pameran, membuat tampilan promosi pada stan, memproses transaksi keuangan, mengembangkan konsep pameran, mengelola hubungan bisnis, mengoordinasikan kegiatan pemasaran, menyusun dan memantau anggaran, menyeleksi penyediaan makanan, merencanakan kegiatan internal untuk event atau function, menentukan kelayakan kegiatan, serta mengintegrasikan pengetahuan kreatif dan teknis produksi ke dalam proses manajemen.

“INAMICE 2017 adalah event bersejarah bagi industri MICE karena para pengusaha, perguruan tinggi, dan pakar menyumbangkan ide-ide untuk kemajuan industri MICE Indonesia, dan hasil dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang MICE ini akan dipresentasikan kepada negara ASEAN di Bali nanti,” ungkap Wisnu.

Utari Chintya Dewi, Project Officer INAMICE 2017, menyatakan, penyelenggaraan konvensi MICE ini sudah diadakan kedua kalinya, sebelumnya diadakan pada 2014. Pada konvensi sebelumnya lebih fokus pada kesiapan SDM industri MICE dalam menyambut era MEA, sedangkan untuk konvensi kali ini lebih mengarah pada peningkatan daya saing destinasi MICE Indonesia.

“Destinasi MICE di Indonesia yang selama ini kita kenal hanya Jakarta dan Bali. Namun, pada pertemuan kali ini kita memilih destinasi MICE Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang atau Joglosemar. Alasannya karena memang dari SDM, venue, dan infrastruktur juga sudah menunjukkan kesiapan, dan diharapkan dengan hadirnya INAMICE ini menjawab masalah-masalah yang terjadi dan juga mendapatkan solusi memajukan destinasi MICE di Indonesia,” kata Utari.