Indonesia Banking Expo 2015 Resmi Dibuka Presiden Joko Widodo

Wednesday, 09 September 15   3 Views   0 Comments   Venue

Pameran Indonesia Banking Expo 2015 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2015. Pameran yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) ini akan berlangsung dari tanggal 9 September hingga 11 September 2015 di Cendrawasih Room dan Lower Lobby Jakarta Convention Center.

Menggunakan lahan sekitar 2.000 meter persegi, Indonesia Banking Expo 2015 menghadirkan 36 peserta yang terdiri dari lembaga perbankan, asuransi, lembaga pendidikan, perusahaan informasi dan teknologi (IT), dan dari pemerintahan. Perbanas menargetkan acara Indonesia Banking Expo 2015 dihadiri sekitar 2.000 orang.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Indonesia Banking Expo 2015 juga akan menyajikan delapan seminar, talk show, serta lomba hackathon. Pada lomba hackathon ini, para programmer dan developer akan berlomba untuk menciptakan sebuah program atau aplikasi yang berguna bagi perbankan digital.

Indonesia Banking Expo 2015 mengangkat tema “Pengembangan Perbankan Digital Dalam Memperluas Akses Keuangan Dan Pelayanan Kepada Masyarakat”. Menurut Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas, saat ini baru sekitar 54 persen penduduk Indonesia yang tersentuh dengan layanan perbankan resmi. “Karena itu, layanan perbankan digital merupakan solusi yang tepat untuk menjangkau masyarakat. Selain itu, perbankan digital juga relatif lebih murah dibanding harus membuka kantor cabang,” ujar Sigit dalam acara pembukaan Indonesia Banking Expo.

“Selain itu, diperlukan juga kapal dan mobil untuk bertransaksi di daerah-daerah terpencil. Tak hanya untuk bertransaksi, layanan tersebut juga sebagai media edukasi bagi masyarakat,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Untuk mengatasi perekonomian saat ini, saya juga meminta para direktur bank agar mengimbau para nasabah untuk mencairkan dolarnya di Indonesia. Kedua, nasabah juga diminta untuk menyimpan dolar di bank, dan terakhir para warga negara asing dimudahkan untuk membuka rekening valas maksimal US$50.000,” ujar Presiden Joko Widodo.

Penulis: Harry Purnama