Indonesia GastroFest Perkenalkan Seni Budaya Masakan Indonesia

Thursday, 13 October 16   0 Views   0 Comments   Venue

Asosiasi Gastronomi Indonesian bekerja sama dengan Indonesia Chef Association dan PT Dyandra Promosindo akan menggelar Indonesia GastroFest pada 21-23 Juli 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Event yang baru pertama kali digelar ini akan mengangkat tema “A Gastronomical Journey & Beyond”.

Michael Bayu A. Sumarijanto, Associate Director Dyandra Promosindo, mengatakan bahwa seni kebudayaan memasak merupakan simbol jati diri Indonesia. Karena itu, acara Indonesia GastroFest ini bukan sebatas komersial, tapi juga akan membawa ekosistem untuk pelaku industri swasta yang ingin mengedepankan budaya memasak masakan tradisional.

“Untuk mengedepankan acara ini, tidak hanya dari instansi pemerintah, tetapi peran perusahaan swasta juga penting demi memajukan serta melestarikan masakan tradisional Indonesia yang selama ini dilupakan. Meskipun event ini terbilang baru, diharapkan Indonesia GastroFest bukan sekadar pameran biasa yang sudah ada pada umumnya,” kata Bayu.

Di atas lahan seluas 10.000 meter persegi, Indonesia GastroFest yang memiliki konsep B2B maupun B2C akan menghadirkan sekitar 10.000 peserta, 200 stan, 240 tipe masakan Indonesia, dan mengundang 10 kedutaan besar. Selain itu, panitia juga akan mengundang 70 pemerintah daerah, yang masing-masing daerah akan dijatah untuk menampilkan tiga tipe makanan khas masing-masing. Panitia juga berharap acara ini akan dihadiri sekitar 7.500 pengunjung.

Guruh Soekarno Putra, Ketua Dewan Pengarah dan Pelaksana Indonesia GastroFest 2017, mengatakan, seni masakan nusantara merupakan bentuk ekspresi budaya memasak yang sampai saat ini tidak pernah diketahui keberadaan dan keistimewaannya oleh masyarakat Indonesia sendiri.

“Perbedaan acara ini dengan festival kuliner biasa adalah Indonesia GastroFest akan memperkenalkan bahwa setiap makanan di Indonesia memiliki cerita ataupun filosofi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia, contohnya nasi tumpeng yang memiliki cerita atau sejarah kenapa disebut namanya tumpeng. Diharapkan kita tidak mengedepankan keuntungan dari festival ini, tetapi pihak penyelenggara menyepakati mengangkat keragaman masakan Indonesia untuk diperkenalkan di dunia. Seni tidak hanya musik, tetapi seni juga ada di masakan. Pameran ini adalah wadah bagi berkumpulnya penikmat makan yang ingin mengetahui makanan-makanan yang ada di Indonesia,” kata Indra Ketaren, Presiden Asosiasi Gastronomi Indonesia.

Selain menampilkan beragam menu masakan tradisional dan internasional, Indonesia GastroFest 2017 juga menghadirkan program acara yang lain, seperti GastroWine, GastroCheese, GastroCoffee, GastroCocoa, dan GastroCigar. Area Food Photography juga akan disediakan khusus untuk komunitas fotografi. High tea dan coffee time akan diadakan di area outdoor, disertai dengan dua kelas komersial menarik, yaitu GastroCookery dan GastroBanquet.

Penulis: Ahmad Baihaki