Indonesia, Pusat Investasi Hotel Di Asia Pasifik

Thursday, 17 September 15   1 Views   0 Comments   Venue

Sejumlah pembicara top di bidang hospitality kelas dunia berhasil mengangkat sejumlah isu menarik dan menantang dalam konferensi Tourism, Hotel Investment & Networking Conference Indonesia 2015 yang digelar di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, 2-3 September 2015 lalu.

Tourism, Hotel Investment & Networking Conference Indonesia 2015 dihadiri oleh 239 peserta dari 17 negara, yang terdiri dari para pengambil keputusan dan top manajemen dalam industri perhotelan dan pariwisata, pemilik usaha, stakeholder, operator, pengembang, investor, penasihat keuangan, pihak perbankan, penyandang dana investasi, jaringan hotel, arsitek, desainer, Kementerian Pariwisata Indonesia, serta wakil dari dinas dan lembaga pemerintahan.

Dari pembicara, yang hadir antara lain Frederic F. Simon, Chief Executive Officer Asia, Commune Hotels  Resorts; Rishi Kapoor, Sr. Vice President International Development MGM Hospitality; Ronald Akili, Founding Partner dan CEO PTT Family; Shafi Syed, Regional Vice President Development and Acquisitions Trump Hotel Collection; Roy Sindhunirmala, Founder dan CEO Twenty One Development Group; Marc Steinmeyer, Presiden Direktur dan Pendiri Tauzia Management Group; Michael Issenberg, Chairman dan CEO Accor APAC; Robert Warman, CEO Langham Hotel Group; dan Troy Sinclair, Vice President Operations Indonesia Mantra Group.

Ini merupakan pergelaran Tourism, Hotel Investment & Networking Conference Indonesia yang kedua kalinya diadakan oleh HVS, pusat data dan lembaga riset hotel internasional serta lembaga konsultan. Menurut Feny Sindarta, Senior Analyst-Consulting and Valuation HVS, meski jumlah peserta di tahun kedua menurun, tapi kualitas topik acara terbilang meningkat, termasuk para pembicaranya. “Tahun lalu ada 270 peserta dan tahun ini 239. Tampaknya hal itu imbas dari situasi ekonomi global. Selain untuk mengeksplorasi kesempatan pertumbuhan investasi di Indonesia, acara ini juga untuk memperluas jaringan dan melakukan bisnis dengan pemilik, operator, investor, pengembang, dan pejabat pemerintah terkait industri perhotelan,” ujar Feny.

Dalam acara ini juga dipahami ada 10 alasan untuk berinvestasi di bidang pariwisata Indonesia, yakni kekuatan letak geografis, ekonomi, SDA, SDM, lokasi yang strategis, potensi pertumbuhan ekonomi, dukungan yang bagus untuk bisnis, terbukanya investasi bidang pariwisata, kebijakan pembangunan infrastruktur kepariwisataan, dan dukungan kebijakan politik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Penulis: Nila Sofianty