International Internet Expo and Summit Hubungkan Internet dengan Hospitality

Thursday, 12 October 17   11 Views   0 Comments   Harry Purnama
International Internet Expo and Summit

Kemajuan teknologi Internet makin memudahkan kehidupan. Tidak hanya untuk berbagi informasi, Internet juga mulai digunakan untuk keperluan industri karena berbagai layanan untuk konsumen kini mulai lebih terkoneksi dengan Internet, atau akrab disebut Internet of Thing (IoT).

Industri hospitality, termasuk di dalamnya hotel dan travel, kini makin memantapkan diri memperluas penggunaan teknologi Internet dalam berbagai aspek bisnisnya, mulai dari sistem pemesanan kamar hotel, database konsumen (big data), hingga sistem “smart room” yang memudahkan pengguna kamar mengontrol berbagai fasilitas di kamarnya dengan perangkat layar sentuh.

Mengingat makin besarnya peran Internet dan sektor Teknologi Informasi (IT) dalam aplikasi di industri hospitality, maka Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berinisiatif menggelar pameran tahunan International Internet Expo and Summit (IIXS) dengan tema “Internet Based Service in Hospitality Market” yang akan diadakan pada 23-25 November 2017 di Jakarta Convention Center.

“Pada International Internet Expo and Summit 2017 kami berharap bisa menghubungkan dunia Internet dengan industri hospitality. Karena itu, kami mengambil tema ‘Internet Based Service in Hospitality Market’,” ujar Jamalul Izza, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Tahun ini merupakan tahun kedua IIXS diselenggarakan. Keunikan dari perhelatan akbar pada tahun ini adalah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menghubungkan langsung pelaku di kedua industri karena pada saat yang bersamaan di tempat yang sama juga diadakan pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B), yakni The Hotel Week Indonesia, yang merupakan sebuah pameran dan ekshibisi di bidang hotel dan pariwisata yang didukung oleh berbagai asosiasi perhotelan di Indonesia.

International Internet Expo and Summit 2017 juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Perindustrian.

Menurut Jamal, kebutuhan industri hospitality akan jasa layanan Internet semakin besar, mulai dari sistem pendaftaran pengunjung hotel, cloud service, hingga berbagai layanan di dalam kamar, seperti Internet Protocol Television (IPTV) yang bisa menyediakan layanan multimedia TV yang lebih interaktif sehingga pengguna bisa melakukan komunikasi timbal-balik secara real time melalui pesawat televisi setelah terhubung dengan sebuah penyedia konten melalui Internet.

Alexander Nayoan, Ketua Umum Jakarta Hotel Association (JHA), yakni asosiasi perhotelan yang mempunyai anggota lebih dari 40 hotel berbintang di Jakarta, mengatakan, kini banyak pengelola hotel semakin mengandalkan pemesanan kamar melalui Internet.

“Kami di dunia hotel itu sekarang memaksa orang memesan lewat Internet,” ujar Alexander. Ia menambahkan, hal tersebut akan menghemat biaya operasional hotel sehingga operator hotel bisa memfokuskan layanan keramahtamahannya.

Booking melalui Internet itu ‘kan juga ada yang melalui travel agent. Peningkatannya dahsyat sekali. Bahkan, sekarang ada hotel-hotel yang 100 persen mengandalkan internet booking, terutama hotel kecil,” kata Alex. Menurut perhitungannya, penggunaan online booking telah mencapai rata-rata di atas 65 persen.

“Tidak terlalu lama lagi, akan mencapai 100 persen. Di luar negeri, melalui kecanggihan teknologi, pemesanan kamar bisa terkoneksi dengan jasa layanan publik, misalnya transportasi, seperti pesawat dan bus,” ujar Alex.

Albertus GP, Ketua Umum Hotel Information Technology Associatioan (HITA), memperkirakan industri hospitality akan semakin banyak menggunakan jasa layanan big data yang bisa membaca perilaku konsumen melalui penggunaan Internet dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan Internet untuk industri hospitality sudah bisa dipastikan akan semakin besar, mulai dari big data, cloud system, command center, online booking, sampai smart rooms, yang bisa menghubungkan sensor elektrik untuk fasilitas di hotel seperti air conditioner hingga lampu. Akan tetapi, pertanyaannya adalah di investasi. Mungkin penggunaan IT dan Internet bisa membuat pengeluaran makin efisien, akan tetapi pemilik hotel tentu perlu menambah investasinya. Nah, di sini perlunya pengenalan lebih luas akan manfaat Internet dan IT kepada pelaku di industri hospitality,” ujar Albertus.

Henry, pemilik CNG Media & Events, event organizer yang mengadakan International Internet Expo and Summit 2017 dan The Hotel Week, mengatakan, pada kedua event ini akan diadakan berbagai panel diskusi dengan beberapa tema, di antaranya “Masa Depan Industri Perhotelan Indonesia”, “Hybrid Hotel Investment”, dan “Peranan Digitalisasi dan Internet di Industri Perhotelan”.

Ratusan ekshibitor dari sisi perhotelan diperkirakan akan meramaikan acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Berbagai asosiasi terkait industri perhotelan turut pula meramaikan dan memberikan dukungan untuk The Hotel Week, di antaranya adalah Jakarta Hotel Association, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), International Hotel & Restaurant Association (IHRA), Bali Hotels Associations, Indonesia Hotel Engineers Associations (ASATHI), Indonesian Housekeepers Association, Hotel Information Technology Association (HITA), dan Hotel Front Liners Association.