Jelajah Tanahumba 2017 Angkat Budaya Sumba

Tuesday, 07 November 17   21 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Indonesia Adventure Festival

Untuk kedua kalinya, Way2East  bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sumba dan Kementerian Pariwisata kembali menyelenggarakan Indonesia Adventure Festival 2017 dengan tema “Jelajah Tanahumba”, yang berlangsung pada 14-19 November di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Putu Ngurah, Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara mewakili Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kementerian Pariwisata mengapresiasi penyelenggaraan event Indonesia Adventure Festival (IAF) yang telah memasuki tahun ke-4.

Putu meyakini, Jelajah Tanahumba 2017 akan memberikan dampak positif terhadap penguatan unsur 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Penyelenggaraan event petualangan ini sebagai sarana promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak langsung terhadap kemajuan pariwisata Pulau Sumba.

Gidion Mbiliyora, Bupati Sumba Timur, mengatakan, untuk Pulau Sumba alamnya dirumuskan dalam 4E, yakni Eksotis, Ekstrim, Ekplore, dan Ekspos. “Jadi, untuk alam, Sumba begitu eksotis ditambah dengan adat dan budaya  yang memiliki karakteristik yang memiliki ciri khas yang kuat yang bisa diekplorasi,” ujar Gidion.

Sementara itu, untuk wisata ekstrem, Sumba memiliki gelombang laut yang cocok untuk melakukan aktivitas bahari, salah satunya selancar. Dari sisi keamanan dan kenyamanan, Sumba bisa dikatakan kondusif. “Apalagi ketika tamu datang, warga sangat menghormati dan menyapa dengan ramah. Sebab bagi masyarakat Sumba, didatangi tamu adalah suatu kehormatan,” ungkap Gidion.

Sumba yang terdiri dari empat kabupaten memiliki ciri khas masing-masing, misalnya Sumba Tengah dikenal dengan ritual Purung Ta Kadonga Ratu, yang secara harfiah ‘turun ke Lembah Imam’ yang bertujuan untuk meminta berkat hujan dari leluhur agar tanaman padi mereka yang kering tidak mati. Ritual yang sudah dilakukan turun-temurun inilah yang bisa diekspos.

Sementara itu, Marthen Ngailu Toni, Wakil Bupati Sumba Barat, mengatakan, Sumba Barat sedang fokus pengembangan pariwisata. Menurutnya, potensi pariwisata di Sumba ada pada alam dan budaya. “Mereka akan menemukan pantai-pantai yang bagus dengan pasir yang putih dan gelombang yang luar biasa. Bahkan, Nihiwatu populer karena potensi gelombang yang terbaik. Di Sumba Barat, wisatawan bisa melakukan kegiatan arung jeram, air terjun, mendaki gunung, dan lain-lain,” ujar Marthen.

Marthen menambahkan, pelaksanaan Indonesia Adventure Festival Jelajah Tanahumba 2017 diharapkan dapat memberikan hasil yang baik bagi Pulau Sumba, seperti bertambahnya jumlah kunjungan wisman maupun wisnus.

Sebanyak 100 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk media nasional, fotografer, dan agen perjalanan akan mengikuti Indonesia Adventure Festival Jelajah Tanahumba 2017, untuk berpetualangan menjelajahi 24 lokasi wisata di Pulau Sumba. Jelajah Tanahumba 2017dimulai dari Sumba Barat dan berakhir di Kabupaten Sumba Timur.

Adi Gerimu, Pendiri Way2East, menjelaskan, di Jelajah Tanahumba 2017, wisatawan akan belajar menjadi orang Sumba selama enam hari. Para peserta akan menginap di kampung adat, kemping di savana Sumba dan satu malam di hotel. Mereka juga mengikuti upacara adat, tarian tradisional, pacuan kuda tradisional, serta prosesi pembuatan tenun ikat yang merupakan warisan budaya Sumba.

Para peserta akan diajak menuju air terjun Tanggedu yang fenomenal serta diajak ke kampung adat Pau. “Ketika sampai di Sumba Timur, para peserta akan melihat atau bisa belajar prosesi pembuatan tenun ikat,” ungkap Adi.

Indonesia Adventure Festival pertama kali diselenggarakan di Lembata pada 2014 dengan diikuti 120 peserta, kemudian berlanjut di Alor pada 2016 dengan 150 peserta, kemudian Jelajah Tanahumba 2016 di Pulau Sumba dengan 100 peserta, dan pada 2017 akan diikuti 100 peserta dari dalam maupun luar negeri. “Untuk sekarang ini yang sudah konfirmasi sudah 60 peserta. Untuk peserta dari luar negeri ada yang dari Australia, Singapura, dan Italia,” ungkap Adi.