Jember Menjadi Destinasi Fashion

Friday, 26 August 16   0 Views   0 Comments   Venue

Kemeriahan Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali hadir pada 24-28 Agustus 2016. Ini merupakan ajang karnaval fashion terbesar yang dinantikan di Indonesia. Pelaksanaan JFC ke-15 di kota Jember ini diharapkan dapat mewujudkan Jember sebagai destinasi fashion nomor satu di dunia.

JFC 2016 mengangkat tema “Revival” yang berarti kebangkitan Indonesia di berbagai bidang. Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval, menambahkan, tema tersebut memiliki konsep 4 E, yakni pendidikan (education), hiburan (entertainment), pameran (exhibition), dan pengembangan ekonomi (economic business).

Kesuksesan JFC diperoleh dari dukungan masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat sehingga sektor pariwisata di Jember ikut terkena dampak positifnya, seperti perhotelan, restoran, transportasi, suvenir, dan makanan.

“Perjuangan yang luar biasa, berproses selama 15 tahun. Dahulu tidak ada yang mengenal Jember. Tontonan di televisi Jember dikenal dengan berita kriminal. Dari situlah saya terinspirasi untuk memajukan kota Jember sebagai destinasi fashion di dunia,” kata Dynand.

Yang membedakan perhelatan JFC 2016 dengan tahun sebelumnya adalah program Artweartren yang menghadirkan batik tulis yang dibuat oleh anak-anak. Selain peragaan busana, pada JFC 2016 juga ada sebuah pameran sehingga menjadi semakin meriah.

Pada JFC 2015, ada delapan provinsi yang berpartisipasi sebagai peserta, dan pada tahun ini hanya ada lima provinsi yang berpartisipasi. Diperkirakan akan ada sekitar 2.000 orang yang memeriahkan parade JFC. JFC telah membuktikan gaungnya sebagai pusat karnaval fashion terbesar. Hal itu terbukti dari partisipasi 10 negara di Asia Tenggara pada JFC 2016.

JFC juga diharapkan menjadi magnet bagi kunjungan wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Dynand menyatakan, pada 2008 JFC dikunjungi sekitar 250.000 wisatawan. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun, dan pada tahun lalu ada 800.000 wisatawan hadir ke Jember untuk menyaksikan JFC.

“Indonesia memerlukan orang kreatif sehingga bisa memajukan perekonomian bangsa, walaupun karnavalnya internasional, tapi kita jual kearifan lokal. Tahun depan kalau bisa peserta paradenya direncanakan dari dunia, grand-nya untuk JFC dan WACI,” kata Achyarudin, Ketua Wonderful Artchipelago Indonesia (WACI).

Penulis: Ahmad Baihaki