JK: Pasokan Listrik Harus Menjangkau Daerah

Thursday, 29 September 16   1 Views   0 Comments   Venue

Seminar dan pameran sebagai rangkaian acara perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-71 yang jatuh pada 27 Oktober 2016 digelar dengan mengangkat tema “Mewujudkan Catur Cita Ketenagalistrikan, Kecukupan, Kompetitif, Berkelanjutan, dan Merata untuk Menuju Indonesia Terang”. Acara tersebut digelar pada 28-30 September 2016 di Jakarta Convention Center.

Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia, mengatakan, tahun 2014 merupakan subsidi listrik terbesar yang dibayarkan oleh negara, yakni mencapai Rp100 triliun dari Rp390 triliun subsidi yang didistribusikan oleh negara. Padahal, apabila penghematan listrik dapat dilakukan oleh masyarakat, hal itu dapat membantu pemerintah untuk mengatasi keterlambatan pembangunan infrastruktur listrik.

“Dengan angka Rp100 triliun itu kita bisa membangun pembangkit listrik sebesar 10.000 megawatt. Diharapkan pada Hari Listrik Nasional ini pasokan listrik dapat menjangkau seluruh daerah di luar Pulau Jawa sehingga akan merata,” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, kebutuhan listrik akan selalu meningkat, dan industri terus berkembang sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Karena itu, ia berharap proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt dapat direalisasikan hingga 2019.

Pameran Hari Listrik Nasional 2016 ini diikuti 54 peserta berbayar dan 30 peserta gratis, termasuk dari pemerintah dan akademisi. Para peserta akan menampilkan teknologi dan layanan terkait dengan aplikasi ketenagalistrikan terkini. Pameran Hari Listrik Nasional 2016 ini menampilkan bidang-bidang utama maupun penunjang sektor ketenagalistrikan.

Pameran Hari Listrik Nasional 2015 menggunakan lahan seluas 1.200 meter persegi dengan jumlah pengunjung 1.500 orang. Sementara itu, pada pelaksanaan kali ini menggunakan area 1.500 meter persegi dengan target sekitar 2.000 pengunjung.

Eddy Cahyanto, Ketua Bidang Pameran Hari Listrik Nasional Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), mengatakan, pameran Hari Listrik Nasional tahun ini diikuti 80 persen dari perusahaan swasta dan 20 persen dari pemerintah maupun akademisi.

“Seminar dan pameran ini bagian dari edukasi tentang kondisi kelistrikan di Indonesia. Pameran ini akan memamerkan produk, jasa, manufacturing, serta minyak dan gas supaya bisa diketahui oleh masyarakat umum,” kata Eddy.

Hal yang menarik juga akan terjadi di ruang seminar yang akan menampilkan sekitar 27 pembicara dari dalam dan luar negeri, dan topik-topik yang selaras dengan kondisi terkini dalam mendukung kesuksesan program pembangunan ketenagalistrikan.

Eddy menambahkan, rencananya acara Hari Listrik Nasional ini akan kembali hadir pada tahun depan, tepatnya pada tanggal 28-30 September 2017 di JCC. 

Penulis: Ahmad Baihaki