Jokowi Resmikan Pameran Dan Konvensi Panas Bumi Terbesar Di Indonesia

Wednesday, 19 August 15   0 Views   0 Comments   Venue

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka dua acara forum internasional dalam bidang energi terbarukan, yakni The 3rd Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2015 dan The 4th Indonesia EBTKE Conex. IIGCE 2015 merupakan konvensi dan pameran panas bumi terbesar di Indonesia yang diselenggarakan di Assembly Hall Jakarta Convention Center pada 19-21 Agustus 2015.

Pada tahun ke-3 ini, IIGCE mengangkat tema “From Resources to Prosperity: Executing Indonesia’s Geothermal Development Strategy” dengan rangkaian acara antara lain workshop, konvensi, pameran, field trip, lomba tulis, dan kompetisi foto untuk menarik minat masyarakat, terutama pelajar, agar lebih terlibat dalam percepatan pengembangan panas bumi di Indonesia.

Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition didukung oleh 42 peserta pameran, 22 pembicara ternama dari berbagai industri yang terdiri dari tujuh pembicara asing dan 15 pembicara lokal yang juga terdiri dari pemerintah dan pendiri perusahaan panas bumi dunia, serta dihadiri oleh 600 peserta convention dan workshop.

IIGCE saat ini menjadi agenda resmi API (Asosiasi Panasbumi Indonesia) sebagai kelanjutan dari pertemuan ilmiah tahunan ke-15. Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition berlangsung bersamaan dengan EBTKE Conex 2015 yang diharapkan dapat menciptakan persamaan persepsi dan penyatuan agenda nasional dalam bidang terkait mengingat saat ini energi panas bumi berperan penting bagi kepentingan orang banyak.

IIGCE diharapkan dapat mengakomodasi minat, mengasah kemampuan, bertukar pengalaman para ahli/ilmuwan, membentuk jati diri para geothermalist terhadap energi panas bumi yang semakin meningkat, serta kebutuhan untuk mempercepat perkembangan energi baru yang terbarukan. Ini merupakan forum strategis untuk membahas masalah kebijakan, peraturan, program-program akselerasi pengembangan panas bumi, makalah-makalah teknik/ilmiah, serta menjadi wadah pertukaran termasuk dari negara-negara penggiat panas bumi lainnya.

Dalam acara ini Menteri ESDM Sudirman Said juga menyatakan akan melakukan serah terima aset pembangkit listrik tenaga micro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik biomassa dengan kapasitas total 575 kilowatt listrik untuk menerangi 1.215 kepala keluarga wilayah terpencil.

“Ini menandai tahapan pengembangan energi baru terbarukan yang akan disusul di 1.000 lokasi lain yang kapasitas totalnya mencapai 30 MW. Ini bagian penting dari proyek 35.000 MW, pemerintah telah memutuskan kontribusi energi baru terbarukan mencapai 25 persen atau 8.750 MW,” tuturnya.

Penulis: Reisha Pahlevi