Kreativitas Anak Bangsa di CRAFINA 2016

Wednesday, 26 October 16   3 Views   0 Comments   Venue

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Binakreasi kembali menyelenggarakan CRAFINA pada 26-30 Oktober 2016 di Jakarta Convention Center. Ini merupakan tahun kesembilan CRAFINA diselenggarakan. Bramantyo W, Presiden Direktur PT Mediatama Binakreasi, mengatakan, CRAFINA memperkenalkan kerajinan seni dan budaya dari karya anak bangsa. Produk kerajinan yang dipasarkan seperti batik bermotif kearifan lokal, tas, sepatu, dan lukisan. Tak hanya itu, pada CRAFINA 2016 ini juga ada pertunjukan musik, workshop, seminar, dan talk show mengenai kerajinan maupun seni budaya Indonesia. Menurut Bramantyo, sekarang ini tren industri kreatif yang ditonjolkan pada CRAFINA adalah fashion yang sudah menjadi kebutuhan gaya hidup.

“Kreativitas anak muda Indonesia tidak diragukan lagi, hal itu bisa dilihat di CRAFINA. Produk kerajinan seluruhnya adalah buatan asli Indonesia. Melalui acara ini diharapkan ada pergerakan pendapatan ekonomi untuk Indonesia, dan juga kemajuan para UKM dari daerah,” ujar Bramantyo.

Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Umum DEKRANAS, mengatakan, CRAFINA 2016 merupakan jembatan bagi para kreator muda Indonesia dalam mengembangkan industri kreatif. Selain itu, ini juga menjadi peluang bisnis baru yang tidak hanya sekadar bicara produk, tetapi investasi besar jangka panjang bagi seni maupun budaya bangsa Indonesia.

“Saya merasa bangga karena pameran ini merupakan wujud nyata dari generasi muda yang menunjukkan kreativitasnya. CRAFINA mampu menjadi wadah positif untuk mewujudkan karya kerajinan serta mampu mengangkat perekonomian bangsa ini,” kata Mufidah Jusuf Kalla.

Penyelenggaraan CRAFINA¬†2016 ini mengangkat tema “From Natural Resources To Creative Products To Lifestyle“. CRAFINA 2016 menggunakan lahan seluas 12.000 meter persegi, serta diikuti 444 ekshibitor yang menghadirkan sekitar 1.000 jenis produk kerajinan. Panitia menargetkan selama lima hari pameran akan terjadi transaksi senilai Rp17 miliar, serta dikunjungi 35.000 orang.

Penulis: Ahmad Baihaki