Kuliner Sebagai Daya Tarik Wisata Bali

Thursday, 17 September 15   3 Views   0 Comments   Venue

Untuk memberi dukungan yang lebih dalam terhadap perkembangan kuliner sebagai bagian penting dalam industri pariwisata, pada 3-5 September 2015 Kristamedia Pratama menggelar InterFood Hotel & Tourism Bali 2015 di BNDCC. Pameran dua tahunan ini berlangsung bersamaan dengan Bali Coffee Expo serta Bali All Packaging and Bali Wine Spirit.

InterFood Hotel & Tourism Bali 2015 menampilkan teknologi dalam bidang makanan, minuman, kopi, teh, wine, bakery, Horeca (hotel, resor, catering), jasa boga, bahan baku, peralatan, penyediaan, serta teknologi pengolahan dan pengemasan. Menurut A.A. Gede Yuniartha Putra, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, selain memperkenalkan beragam produk, pameran ini juga akan memperkenalkan kuliner-kuliner Bali kepada wisatawan, sebab kuliner Bali ternyata menyumbang 40 persen kepariwisataan di Bali. “Wisatawan ternyata tak hanya berkunjung ke obyek-obyek wisata, tapi juga menikmati kuliner khas Bali,” imbuh A.A. Gede Yuniartha Putra.

Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, atau biasa dipanggil Cok Ace, Ketua PHRI Bali, mengatakan, kuliner adalah sebuah sisi yang menarik dan cukup penting dalam dunia pariwisata. Dalam kepariwisataan di Indonesia, khususnya di Bali, kuliner menjadi salah satu daya tarik yang sudah tentu memberikan nilai tambah dalam mempromosikan sebuah obyek pariwisata. “Bali sering mendapat penghargaan, dan salah satu faktor penilaiannya adalah kuliner, sedangkan kita tidak begitu banyak memberi ruang bagi kuliner menampilkan diri. Karena itulah event InterFood Hotel & Tourism Bali 2015 ini sangat bermanfaat  dan patut didukung karena salah satu tujuannya adalah untuk ikut berperan aktif memperkenalkan dan memperkaya keragaman daya tarik wisata melalui dunia masak-memasak,  khususnya dunia perhotelan dan kepariwisataan,” ujar Cok Ace.

Daud Salim, Ketua Panitia InterFood Hotel & Tourism Bali 2015, mengungkapkan, acara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah harga dolar yang terus meningkat dan diharapkan dapat membuat wisatawan selalu ingin kembali lagi ke Bali. Ajang B to B ini diikuti lebih dari 100 perusahaan sebagai seller dan diperkirakan terjadi transaksi sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar.

Penulis: Nila Sofianty