Lampung Selatan akan Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Monday, 07 August 17   0 Views   0 Comments   Harry Purnama
kawasan ekonomi khusus pariwisata lampung selatan

Pada acara peluncuran Lampung Krakatau Festival 2017, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung memiliki tiga kebijakan strategis pembangunan, yang pertama adalah memperkuat ketahanan pangan, kedua adalah memperkuat industri dan manufaktur, serta yang ketiga adalah membangun pariwisata daerah sebagai bagian dari pariwisata nasional.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Ketiga program tersebut ternyata sudah sama dengan apa yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi untuk tahun 2018, hanya saja urutannya yang berbeda, yakni pariwisata ada di urutan nomor dua,” ujar Arief Yahya.

“Ketika sudah diprioritaskan, alokasi sumber dayanya juga akan mengikuti, terutama alokasi anggarannya,” ujar Arief Yahya.

Menurut Ridho, alasannya menempatkan pariwisata dalam tiga kebijakan strategis pembangunan adalah karena pariwisata yang paling cepat untuk membangun ekonomi. Namun, Arief Yahya mengatakan, untuk mengubah Lampung menjadi destinasi wisata itu membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Untuk mempercepat revolusi pariwisata, caranya adalah dengan membuat kawasan ekonomi khusus pariwisata karena di dalam kawasan itu semuanya serba mudah bagi investor, seperti kemudahan fiskal dan pelayanan terpadu satu atap,” ujar Arief Yahya.

Menanggapi hal tersebut, Ridho Ficardo mengatakan bahwa Pemprov Lampung juga sedang mengupayakan agar daerah di Lampung Selatan ke depannya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Bahkan, Pemprov Lampung telah menyediakan lahan seluas 800 hektare untuk dijadikan KEK Pariwisata.

“Ke depannya Lampung Selatan akan menjadi tumpuan perekonomian Lampung. Apabila dari arah Jakarta menggunakan tol, nantinya di sebelah kiri jalan adalah Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan di sebelah kanannya adalah kawasan strategis industri nasional,” ujar Ridho.

Selain itu, Arief Yahya juga mengatakan bahwa apabila Lampung ingin menjadi destinasi wisata kelas dunia, maka bandaranya juga harus kelas dunia. “Sebab dari seluruh wisatawan yang datang ke Indonesia, 75 persennya menggunakan pesawat,” ujar Arief Yahya.

Hal itu pun tampaknya akan segera terealisasi, mengingat Pemprov Lampung pun sedang berusaha menaikkan status Bandara Raden Inten II menjadi bandara internasional.

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung setiap tahun terus meningkat. Pada 2015, jumlah pergerakan wisatawan nusantara ke Lampung sebanyak 6,8 juta, memberikan kontribusi sebesar 2,7 persen dari total pergerakan wisnus nasional sebesar 255 juta. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 115.000 wisman, meningkat dibandingkan 2014 yang hanya 95.000 wisman.