Lari Lintas Gunung MesaStila Challenge Digelar Pada Oktober 2015

Friday, 04 September 15   0 Views   0 Comments   Venue

Salah satu event yang mengusung sport tourism, MesaStila Challenge & Ultra 2015, kembali digelar. Event yang memasuki tahun kelima ini akan diselenggarakan di Magelang, Jawa Tengah, pada 10-11 Oktober 2015.

“Kementerian Pariwisata setiap tahun mendukung Tour de Singkarak di Sumatera Barat, Iron Man di Bintan, Pekanbaru 10K, dan Jakarta Marathon. Karena event ini juga sama, maka kami berkomitmen untuk memajukan pariwisata olahraga dengan mendukung pelaksanaan MesaStila Challenge & Ultra 2015 di Magelang,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara.

Esthy menambahkan, dengan adanya penyelenggaraan ini sekaligus akan mempromosikan keindahan gunung-gunung di Indonesia, khususnya Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di Jawa Tengah.  

“Ini menjadi event yang unik karena di Indonesia belum banyak lomba lari ultra yang jaraknya melebihi 50 kilometer,” ujarnya.

Lanjut Esthy, trek yang dilalui pun selain menantang juga menghadirkan pesona Stasiun Kereta Ambarawa, jalur kereta tua, jembatan lintasan kereta, permukiman penduduk, sawah-sawah, dan perkebunan kopi.

General Manager MesaStila, M. Isa Ismail Rauf, menargetkan MesaStila Challenge & Ultra bisa masuk dalam kualifikasi Ultra Trail Du Mont Blanc (UTMB), di mana event ini masuk ke dalam peta olahraga dunia bertaraf internasional.

“Untuk itu, penyelenggaraan tahun ini diharapkan jumlah pesertanya meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 80 orang. Hal ini karena trek yang lebih berat serta menantang. Khusus kategori Ultra Race 100K memiliki tantangan yang lebih berat dan pemandangan yang menakjubkan, menanjak, dan menjelajah lima gunung yang mengelilingi kota Magelang,” ujar M. Isa.

MesaStila Challenge & Ultra 2015 akan terdiri dari kategori 13K dan 21K, 42K (maraton), 65K (ultra), dan 100K (ultra). “Diharapkan event MesaStila Challenge Ultra dapat berkontribusi terhadap perkembangan kepariwisataan nasional,” ungkap Esthy.

Penulis: Pasha Ernowo