Mengembangkan Pariwisata yang Berkesinambungan di Bandung

Thursday, 28 April 16   0 Views   0 Comments   Venue

Perkembangan pariwisata di benua Asia tumbuh dengan cepat sejak tahun 1990-an, dan di abad ke-21 ini Asia bahkan telah menjadi magnet pariwisata bagi turis dari negara-negara Eropa dan Amerika. Tak hanya menjadi destinasi pariwisata, tapi negara-negara di Asia juga merupakan penyumbang turis bagi negara-negara di luar benua Asia.

Pesatnya pertumbuhan pariwisata di Asia tersebut menimbulkan suatu kebutuhan untuk mengadakan forum pariwisata internasional bagi praktisi di industri pariwisata, akademisi, peneliti, pejabat pemerintah, dan pembuat kebijakan di bidang pariwisata untuk bertukar informasi penelitian penting untuk pengembangan industri pariwisata yang berkelanjutan di Asia maupun di dunia. Karena itulah, pada 1993 Prof. Kaye Chon, Ph. D, CHE, FIH dari Hong Kong Polytechnic University mengadakan Asia Tourism Forum di Ho Chi Minh, Vietnam. Konvensi ini tak butuh lama untuk menjadi salah satu konvensi pariwisata yang paling prestisius di Asia Pasifik.

“Pariwisata yang berhasil adalah yang dikelola secara berkesinambungan, bukan dieksploitasi, dan hasilnya bisa untuk generasi di masa mendatang,” ujar Anang Sutono, MM. Par, CHE, Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung.

Acara dua tahunan tersebut berhasil dibawa ke Indonesia, tepatnya ke Bandung, oleh Anang Sutono pada tahun 2010. Kesuksesan pelaksanaan Asia Tourism Forum 2010 ternyata memberi berkah bagi Anang Sutono karena pada tahun ini konvensi Asia Tourism Forum berhasil diadakan lagi di Bandung.

Asia Tourism Forum ke-12 akan diadakan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada 7-9 Mei 2016. Mengangkat tema “A New Approach To Wonderful Tourism”, Asia Tourism Forum 2016 akan mengundang pembicara terkemuka di bidang pariwisata, antara lain Prof. Kaye Chon, Ph. D, CHE, FIH (Hong Kong Polytechnic University) selaku founder Asia Tourism Forum, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M. Sc, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Presiden Direktur PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono, dan Dr. Xavier Font dari Leeds Beckett University.

Melalui Asia Tourism Forum ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pariwisata dunia dan pariwisata Indonesia. Asia Tourism Forum 2016 diperkirakan dihadiri sekitar 500 delegasi dari 30 negara.

Penulis: Harry Purnama