Menggerakkan Minat Baca Melalui Buku Berkualitas

Tuesday, 03 May 16   1 Views   0 Comments   Venue

Kesadaran membaca di kalangan anak-anak Indonesia masih terbilang rendah. Hal tersebut terlihat dari data UNESCO pada 2012 yang menunjukkan bahwa anak-anak di Eropa dapat membaca sekitar 40 buku per tahun, sementara di Singapura sekitar 17 buku per tahun, sedangkan di Indonesia hanya 0 buku per tahun.

Keprihatinan tersebut membuat Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, mencanangkan gerakan “15 Menit Membaca Setiap Hari”. “Minat baca masyarakat Indonesia sebenarnya tinggi, tetapi daya bacanya rendah. Untuk itu, budaya literasi harus dibangun tak hanya dari pemerintah, tapi perlu dorongan dari berbagai elemen untuk menjadi gerakan melalui berbagai kegiatan,” ujar Anies Baswedan.

Karena itu, Jaya Ritel Indonesia menyelenggarakan pameran buku Big Bad Wolf pada 30 April hingga 8 Mei 2016. Pameran yang menampilkan banyak buku impor ini berusaha untuk memberikan bacaan berkualitas kepada masyarakat Indonesia. Big Bad Wolf Book Sale diselenggarakan di International Convention Exhibition (ICE), Serpong. Big Bad Wolf 2016 diadakan untuk pertama kalinya di Jakarta setelah selama tujuh tahun dilaksanakan di Malaysia.

Melalui berbagai potongan harga dari berbagai penerbit ternama internasional, acara ini dapat merangsang minat baca dengan berbagai genre buku. “Filosofi serigala yang ada dalam cerita gadis berjubah merah menjadi landasan acara ini dengan memangkas harga buku,” kata Uli, Presiden Direktur Jaya Ritel Indonesia selaku organizer.

Big Bad Wolf 2016 diselenggarakan selama 24 jam pada tanggal 5 Mei hingga 8 Mei. Selain itu, pada tanggal 2 hingga 4 Mei, pintu masuk dibuka pada pukul 11.00 hingga 23.00 malam. Sebanyak 1.700.000 buku dari berbagai penerbit dengan potongan dari 60-80 persen ada di pameran ini. “Kami pastikan acara ini akan lebih sering diadakan untuk tetap merangsang minat baca melalui buku berkualitas dengan harga murah,” ujar Uli.

Penulis: Mikhail