Meningkatkan Daya Tarik Bali Melalui Festival Nusa Dua Fiesta 2015

Friday, 09 October 15   1 Views   0 Comments   Venue

Pariwisata memegang peranan penting ditinjau dari berbagai aspek, terutama ekonomi. Kontribusi industri pariwisata terus meningkat dari tahun ke tahun terhadap PDB nasional. Kontribusi tersebut meningkat 9 persen pada 2014, dan ditargetkan menjadi 15 persen pada 2019 mendatang. Selain itu, industri pariwisata juga menciptakan lapangan kerja menjadi 13 juta dari posisi 11 juta saat ini. Salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia tak dimungkiri adalah Bali.

Karena itulah, Kementerian Pariwisata bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) kembali mengadakan Festival Nusa Dua Fiesta pada tanggal 9-13 Oktober 2015 di Peninsula Beach Resort, Nusa Dua, Bali. Ini merupakan pelaksanaan Festival Nusa Dua yang ke-19 kalinya diadakan.

“Bali merupakan pintu masuk bagi wisman ke Indonesia. Kontribusinya yang mencapai 45 persen dari total kunjungan wisatawan nasional membuat Bali harus tetap dipromosikan,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. Keberhasilan tersebut terlihat dari kunjungan wisman yang masuk melalui Bali pada Juni 2015 naik 8,51 persen dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 329.700 menjadi 357.700. Hal tersebut mendorong diadakannya Festival Nusa Dua Fiesta kali ini untuk menjadi lebih besar skala penyelenggaraannya dengan target pengunjung sebanyak-banyaknya, setelah tahun lalu berhasil menyedot 4.741 Wisman dan 46.077 wisatawan nusantara.

Festival Nusa Dua Fiesta 2015 ini akan tampil beda dari acara-acara sebelumnya, di mana akan lebih menonjolkan selebrasi musik dengan menampilkan musisi-musisi ternama, baik dari level nasional maupun internasional. Selain itu, kampanye pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan Nusa Dua Fiesta yang terbagi dalam lima kategori, yaitu Music Celebrations, Competition, Cultural Show, Exhibition, dan Sport.

“Nusa Dua telah menjadi benchmark bagaimana pengelolaan pariwisata Bali tumbuh dan memberikan kontribusi besar bagi pariwisata nasional. Diharapkan, daerah-daerah lain dapat belajar dari Nusa Dua bagaimana pengelolaan pariwisata yang baik dari Nusa Dua tersebut,” tutup Arief Yahya. (Baca juga: Crafina 2015, Mengubah Produk Kreatif Menjadi Gaya Hidup)

Penulis: Mikhail