MICE Fam Trip SMF & AMITE 2016

Tuesday, 02 August 16   3 Views   0 Comments   Venue

Dalam rangkaian perhelatan Singapore MICE Forum (SMF) dan Asia Meeting & Incentive Travel Exchange (AMITE) 2016 yang digelar di Singapura dari tanggal 25 hingga 29 Juli 2016 lalu, sebanyak 20 buyer berkunjung ke Pulau Bali dalam kegiatan post tour pada tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus.

Para buyer yang berasal dari sejumlah negara tersebut selain disuguhi aktivitas menarik dan keindahan sejumlah destinasi wisata andalan Bali seperti Nusa Dua, Ubud, Kuta, Uluwatu dan Jimbaran, juga antusias berinteraksi dengan puluhan seller dalam acara MICE Business Forum yang digelar di Novotel Bali Benoa.

Dalam acara MICE Business Forum tersebut, hadir 24 seller yang berasal dari industri perhotelan, DMC, biro perjalanan wisata, event management, dan aktivitas wisata. Wiwiek Widyawati, Kepala Sub Bidang Misi Penjualan Kementerian Pariwisata, mengatakan, Kementerian Pariwisata melalui bidang perjalanan wisata pengenalan pasar Asia Tenggara melihat peluang yang besar dalam SMF dan AMITE.

“Tak hanya menunjukkan potensi keindahan alam dan budaya, tujuan fam trip ini juga untuk mempromosikan Jakarta dan Bali sebagai destinasi MICE,” ujar Wiwiek.

Dalam forum bisnis tersebut juga dihadirkan dua narasumber utama, yaitu tokoh pariwisata dan pakar MICE Indonesia Ida Bagus Lolec S. dan Event Director Phenom sekaligus motivator asal Bali, AA Tommy A Sujana.

Ke-20 buyer yang hadir di Bali merupakan setengah dari jumlah buyer yang telah teregistrasi di Singapura untuk mengikuti fam trip. Sementara itu, 20 buyer lainnya melakukan fam trip ke Jakarta. Para buyer yang berkunjung ke Bali berasal dari sembilan negara, yaitu Australia, Cina, India, Rusia, Amerika Serikat, Swedia, Belanda, Azerbaijan, dan Prancis.

Selama empat hari, para peserta fam trip tersebut melakukan kunjungan ke beberapa convention center dan hotel-hotel, serta mengunjungi destinasi wisata yang ada di Jakarta dan Bali. Selain itu, peserta juga menikmati kuliner khas di daerah tujuan dan pertunjukan seni tradisional.

Kementerian Pariwisata untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam acara SMF dan AMITE yang telah menginjak tahun ketiga. Acara ini menghadirkan industri-industri yang bergerak di bidang MICE dari Asia Pasifik, Eropa, maupun Amerika Utara. Peserta kegiatan ini adalah buyer dan supplier dari hotel, resor, venue, convention dan exhibition center, cruise line, operator wisata, spa, dan Destination Management Company (DMC).

Menurut Wiwiek, MICE merupakan salah satu industri yang memiliki efek besar dalam mendatangkan wisatawan karena mereka biasanya terdiri dari decision maker, datang dalam jumlah besar, biasa menghabiskan dana relatif besar, serta waktu tinggal di destinasi wisata yang cukup lama. Selain itu, tamu MICE kerap berkaitan dengan media coverage yang luas dan memberikan multiplier effects untuk industri lain.

“Karena itu, MICE dapat dimanfaatkan sebagai penyumbang pajak dan devisa yang besar untuk negara,” ujar Wiwiek.

Penulis: Nila Sofianty