MICE Tulang Punggung Pariwisata Yogyakarta

Wednesday, 26 July 17   29 Views   0 Comments   Harry Purnama
Jogja MICE Forum
Foto: Venuemagz/Ludhy

Dinas Pariwisata DI Yogyakarta bekerja sama dengan majalah VENUE menggelar kembali Jogja MICE Forum. Perhelatan yang kedua kalinya ini mempertemukan para pelaku MICE dengan kolega mereka untuk menggarap pasar MICE dan pariwisata di Yogyakarta.

“MICE menjadi tulang punggung pariwisata Yogyakarta. Setidaknya tahun lalu terdapat 14.500 event yang mampu menghadirkan 3,6 juta wisatawan mancanegara,” ujar Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta.

Menurut Aris, dari 14.500 acara itu, 30 persen merupakan meeting, 15 persen wisata insentif, dan 45 persen pameran. Sementara, 10 persen merupakan berbagai event dari perhelatan musik, festival, dan berbagai acara budaya. “Dengan keberadaan Jogja MICE Forum, kami menargetkan pertumbuhan yang bagus dalam industri MICE Yogyakarta. Saya menargetkan MICE bisa tumbuh 20 persen pada 2017,” ujar Aris.

Sementara itu, Nurdin Alfahmi, Kepala Pengembangan Bisnis majalah VENUE sekaligus inisiator Jogja MICE Forum 2017, mengatakan pada perhelatan lalu transaksi pada saat acara mencapai Rp13miliar. Pada acara kali ini, majalah VENUE dan Dinas Pariwisata DI Yogyakarta menargetkan kenaikan 10 hingga 20 persen menjadi sekitar Rp17 miliar. Acara yang berlangsung mulai 24-26 Juli 2017 ini bertujuan untuk memperluas jaringan dan potensi bisnis antar-pelaku MICE, dari penyelenggara event, pameran, konvensi, meeting, perajin, manajemen destinasi, dan travel.

Pada penyelenggaraan Jogja MICE Forum 2017 terdapat 35 sellers dan 40 buyers yang berasal dari Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Malaysia. Selain melakukan transaksi bisnis, acara ini juga dilengkapi dengan seminar dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta membahas tren-tren terkini dalam industri MICE.

“Dalam JMF 2017, para pelaku bisnis dapat bertukar pikiran untuk membuat inovasi. Di saat tantangan persaingan kian tinggi dan ekonomi sedang melambat, kerja sama yang kuat antar-pelaku MICE menjadi sangat penting,” ujar Nurdin.

Arief Rahmat, pelaku MICE yang menjadi pembicara pada sesi seminar, menyatakan Jogja MICE Forum 2017 bakal menarik bila dari pemerintah diundang untuk mengabarkan mengenai proyek-proyek meeting pemerintah. Juga memberi informasi mengenai kebijakan-kebijakan atau aturan tender sehingga penyelenggara konvensi tidak hanya didominasi oleh segelintir perusahaan.

“IMF pada 2018 akan menggelar konferensi di Indonesia yang diikuti 18.000 delegasi. Sebelum konferensi dapat dipastikan banyak meeting dan konvensi turunannya. Nilai proyeknya mencapai Rp581 miliar. Hal ini yang tak banyak diketahui PCO-PCO,” ujar Arief.

Selain itu, ia mendorong para penyelenggara konferensi agar tak bermain di kandang, namun bermain di kawasan, baik Asia Pasifik maupun Asia Tenggara. Menurutnya, pasar MICE dengan melibatkan asosiasi internasional adalah pasar yang menjanjikan, selain pasar di dalam negeri.