Momentum Kebangkitan Industri E-commerce Indonesia

Thursday, 28 April 16   0 Views   0 Comments   Venue

Perhelatan terbesar di bidang e-commerce Indonesia, Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE), dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 27 April 2016. Kegiatan yang menghadirkan lebih dari 100 pelaku industri e-commerce lokal serta puluhan pembicara lokal dan internasional ini digadang-gadang menjadi momentum kebangkitan industri e-commerce di Indonesia. IESE 2016 digelar dari 27 April hingga 29 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Daniel Tumiwa, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), menyampaikan perkembangan industri e-commerce di Indonesia mulai dari diperkenalkannya Indonet pada tahun 1994, munculnya Kaskus, Bhinneka.com, dan e-commerce lain. Perubahan ini berlanjut dengan hadirnya layanan 3G, 4G, UU ITE, e-money, dan yang terbaru adalah roadmap industri e-commerce yang diperkenalkan pada awal tahun 2016.

“Kami berharap kegiatan Summit dan Workshop yang kami gelar semakin menambah wawasan dan pengetahuan para pemain e-commerce lokal. Pengetahuan yang mereka dapatkan di IESE 2016 dapat diterapkan di bisnis mereka masing-masing agar semakin besar dan semakin bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Daniel Tumiwa.

Sementara itu, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, menekankan pentingnya NDA (network, device, application) sebagai prasyarat agar industri e-commerce Indonesia dapat semakin maju dan berjalan lebih baik lagi. Ia juga menyatakan pemerintah sedang mengupayakan untuk memperkecil gap antara kemampuan network yang ada di Jakarta dengan daerah lain di luar Jawa.  

Presiden Joko Widodo juga berpesan agar industri e-commerce di Indonesia dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar mampu bersaing dengan e-commerce luar. Ia juga berharap pertumbuhan dan perkembangan e-commerce di Indonesia dapat dipercepat untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain. “Saya berharap e-commerce juga bisa membantu petani, nelayan, dan UMKM di daerah,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa ke depannya persaingan industri e-commerce akan lebih berat, tapi ia optimistis para pemain Indonesia akan mampu bersaing dengan pemain asing. 

Perhelatan IESE 2016 merupakan ajang yang tepat bagi para pemain e-commerce lokal untuk meningkatkan bisnis mereka serta menjalin koneksi dengan pemain e-commerce dunia. Kesempatan berjejaring dengan para pemain dunia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Pameran IESE pertama ini tercatat mengumpulkan 600 peserta Summit, 1.350 peserta Workshop, dan 150 ekshibitor. IESE 2016 menargetkan jumlah pengunjung selama tiga hari mencapai 5.000 orang.   

Penulis: Harry Purnama