Muslim Fashion Festival Bisa Menjadi Wisata Halal

Thursday, 26 May 16   1 Views   0 Comments   Venue

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2016 telah dibuka kemarin, 25 Mei 2016, dan akan digelar hingga 29 Mei 2016 di Plaza Selatan Senayan. Melalui Muslim Fashion Festival, Kementerian Perdagangan memberikan ruang kepada para pelaku usaha busana muslim agar produk busana muslim dapat dikenal dan bersaing oleh pasar internasional.

Sulistyawati, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, menyatakan akan memberi dukungan terhadap adaptasi produk busana muslim Indonesia. “Nantinya akan diadakan program pendamping desainer agar jangan sampai kita mengirimkan produk busana muslim ke luar negeri tetapi tidak tepat sasaran. Kami akan melakukan bimbingan kepada para desainer untuk menciptakan produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan pasar,” kata Sulistyawati.

Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, mengatakan, Muslim Fashion Festival akan memperkenalkan tren-tren fashion, khususnya untuk busana muslim di Indonesia. Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, karena itu sudah sewajarnya Indonesia menjadi produsen sekaligus pasar potensial busana muslim.

Indonesia saat ini berada di posisi ke-5 sebagai konsumen busana muslim terbesar dunia dengan nilai US$12,69 miliar. Urutan pertama hingga keempat ditempati oleh Turki (US$24,84 miliar), Uni Emirat Arab (US$18,24 miliar), Nigeria (US$14,99 miliar), dan Arab Saudi (US$14,73 miliar). Sementara itu, eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina dengan nilai US$28,629 juta, diikuti India (US$3,872 juta) dan Turki (US$2,338 juta).

Esthy menambahkan, Muslim Fashion Festival dapat dijadikan satu paket untuk dimasukkan ke dalam wisata halal di Indonesia. “Muslim Fashion Festival dapat membantu memperkenalkan kearifan budaya lokal, termasuk budaya muslim di Indonesia,” kata Esthy.

Sementara itu, Taruna K. Kusmayadi, Project Director Muslim Fashion Festival 2016, mengatakan, area exhibition Muslim Fashion Festival Indonesia 2016 akan memperkuat konsep ritel atau Business to Customer (B2C) sekaligus mengarah pada Business to Business (B2B) dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional. Dengan diadakan Muslim Fashion Festival Indonesia 2016, Taruna mengharapkan para desainer dapat mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan dan tidak hanya sekadar berbisnis temporal.

“Harapannya, mereka para pengusaha desainer atau pun desainer yang berpartisipasi pada Muslim Fashion Festival harus memikirkan keberlanjutan bisnis mereka sendiri, tidak hanya heboh satu-dua tahun, tetapi keberlanjutan tidak ada,” kata Taruna.

Muslim Fashion Festival Indonesia digagas oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Hijaber’s Mom Community (HMC) dan PT Ditali Cipta Kreatif selaku organizer. Muslim Fashion Festival 2016 menghadirkan 40 desainer dan 200 stan di lahan seluas 360 meter persegi. Panitia menargetkan acara ini dikunjungi sekitar 100.000 pengunjung.

Penulis: Ahmad Baihaki