Perizinan Investasi Harus Dipercepat

Tuesday, 10 May 16   0 Views   0 Comments   Venue

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menggelar APKASI International Trade and Investment Summit (AITIS) yang ke-12 pada 5-7 Mei 2016 di JIExpo Kemayoran. Dalam acara penutupan AITIS, Presiden Joko Widodo mengatakan, forum investasi seperti ini sangat baik dalam menghadapi era persaingan atau era kompetisi. Jokowi juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali dalam skala lebih kecil sehingga dapat dilakukan di Istana Negara.

Jokowi juga memaparkan bahwa sangat penting untuk melakukan percepatan dan kemudahan dalam pengurusan perizinan investasi, khususnya di daerah-daerah. Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk segera menghapus regulasi di daerah yang dinilai menghambat investasi. “Kecepatan kita bertindak dan kecepatan kita memutuskan itu selalu masih menjadi kendala. Saya kira bapak atau ibu bupati sudah mengerti hal itu. Kecepatan kita bertindak masih lama, kecepatan memutuskan sesuatu juga masih lama, padahal pertumbuhan ekonomi global terus berubah, dan politik global terus berubah setiap detik. Hal tersebut dapat diantisipasi kalau kita memiliki fleksibilitas dengan kecepatan dalam memutuskan aturan-aturan,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga akan mendatangkan investor ke daerah-daerah dan para investor itu akan dimudahkan perizinannya. “Untuk masalah perizinan, saya menjamin satu hari selesai. Namun, untuk mencapai itu ‘kan masalahnya niat, jadi untuk perkembangan ekonomi bukan hanya di pusat,” kata Jokowi.

Mardani H. Maming, Ketua Umum APKASI, mengatakan, AITIS 2016 mencatatkan transaksi Rp5.580.800 triliun, dengan rincian transaksi di sektor energi Rp5 triliun, sektor peternakan Rp550 miliar, sektor perkebunan Rp26 miliar, dan di sektor pariwisata Rp3,5 miliar. Lebih dari 180 stan meramaikan AITIS 2016.

Mardani menambahkan, APKASI telah menyiapkan sistem aplikasi online untuk memudahkan calon investor yang berminat menanamkan modalnya di suatu daerah. Aplikasi online juga bisa digunakan sebagai alat subsidi antar-daerah. “Aplikasi online ini disiapkan untuk mengetahui potensi di setiap daerah, yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017,” kata Mardani.

Penulis: Ahmad Baihaki