Popularitas Suku Dani Mendunia

Tuesday, 09 August 16   0 Views   0 Comments   Venue

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi membuka perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem  2016 kemarin, 8 Agustus 2016. Festival yang diadakan di Distrik Walesi, Kota Wamena, ini akan berlangsung hingga 10 Agustus 2016. Perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-27. Artinya, Festival Budaya Lembah Baliem merupakan festival yang tertua di Papua.

John Wempi, Bupati Jayawijaya, mengatakan, Festival Budaya Lembah Baliem diadakan untuk melestarikan serta memperkenalkan budaya asli suku Hubula, atau yang populer dikenal dengan nama Suku Dani. Festival Budaya Lembah Baliem 2016 menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan Suku Dani, antara lain tiup alat musik pikon, memasak menggunakan batu, seni merajut noken, seni memanah, tari-tarian adat, berburu babi, dan yang menjadi highlight utama adalah atraksi perang antar-suku. Ada 39 distrik–awalnya 40 distrik, tapi 1 distrik batal hadir–yang menampilkan kesenian dan kebudayaannya yang dilombakan dengan distrik lain.

Festival Budaya Lembah Baliem ini sangat menarik perhatian banyak wisatawan asing. Berdasarkan data jumlah turis asing yang masuk ke Bandara Wamena, ada sekitar 350 wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan dan mengabadikan kebudayaan asli Suku Dani. Turut hadir pula tujuh duta besar dari negara tetangga untuk menyaksikan festival ini, antara lain duta besar dari negara Italia, Swiss, India, Armenia, Meksiko, Bulgaria, dan Hungaria. Kedutaan Besar India bahkan mempersembahkan penampilan spesial berupa tari India yang ditampilkan pada gala dinner malam sebelumnya, 7 Agustus 2016.

Panitia juga mengundang komunitas foto dan blogger untuk berlomba menampilkan foto terbaik dan tulisan terbaik mengenai Wamena, khususnya Festival Budaya Lembah Baliem. Promosi melalui foto dan tulisan ini terbukti berhasil mendatangkan wisatawan asing ke acara Festival Budaya Lembah Baliem. Menurut John Wempi peningkatan tersebut mulai terlihat sejak 3-4 tahun terakhir. Peningkatan tersebut terjadi karena pernah ada turis asing yang hadir ke festival ini dan memperlihatkan foto-fotonya serta berbagi cerita kepada yang lain, dan dampaknya adalah semakin banyak turis asing yang mau datang. Karena itulah panitia berusaha mengadopsi strategi promosi melalui foto dan tulisan ini.

Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem tahun sebelumnya dihadiri sekitar 1.000 orang. Pada pelaksanaan tahun ini, John Wempi tidak mematok angka tertentu, tapi ia hanya berharap sebanyak-banyaknya wisatawan akan hadir, minimal bisa lebih dari 1.000 orang. “Sektor pariwisata ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Pelaksanaan festival ini manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, saya berharap sebanyak-banyaknya wisatawan akan datang,” ujar John Wempi.

Penulis: Harry Purnama