Rp87 Miliar Berputar di Kompas Travel Fair 2016

Friday, 02 September 16   0 Views   0 Comments   Venue

Perhelatan pameran pariwisata Kompas Travel Fair kembali digelar pada 2-4 September 2016. Acara yang memasuki pelaksanaan tahun kelima ini bertempat di Main Lobby dan Plenary Hall Jakarta Convention Center. Kompas Travel Fair 2016 mengangkat tema “Travel More, Explore More”, yang bertujuan mengajak para wisatawan untuk menjelajah destinasi-destinasi wisata yang menarik untuk “memperkaya” diri.

Kompas Travel Fair yang diselenggarakan oleh harian Kompas bekerja sama dengan Dyandra Promosindo ini menghadirkan 12 maskapai penerbangan, 22 travel agent, 2 kapal pesiar, 4 hotel, perusahaan asuransi, serta beberapa stan produk pendukung aktivitas pariwisata. Total, ada 115 peserta pameran di Kompas Travel Fair 2016. Selain itu, pada Kompas Travel Fair 2016 ini juga ada partisipasi dari Hong Kong Tourism Board, Tourism New Zealand, dan Kedutaan Ethiopia.

Selain menawarkan paket-paket perjalanan wisata yang menarik dengan harga terjangkau, pada Kompas Travel Fair 2016 juga akan ada talk show mengenai pariwisata setiap harinya. Ada pula program lelang tiket pesawat Jakarta-Tokyo PP, Jakarta-Taipei PP, dan Jakarta-Singapura PP. Tak ketinggalan, bank CIMB Niaga sebagai sponsor juga akan memberikan cashback hingga Rp1,5 juta dan cicilan 0 persen hingga 24 bulan.

Dorothea Devita, General Manager Iklan harian Kompas, mengatakan, target pengunjung selama empat hari pameran adalah 51.000 orang. Sementara itu, untuk target transaksi, ia berharap akan mencapai Rp87 miliar, naik dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp79 miliar.

“Untuk pembelian paket wisata, sekitar 70 persen adalah untuk ke luar negeri, dan 30 persen domestik. Tujuan di luar negeri yang paling sering dibeli adalah Jepang, London, dan Amerika,” ujar Dorothea.

Sementara itu, menanggapi lebih banyaknya destinasi luar negeri yang dijual, Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, mengatakan, “Bersamaan menjual paket ke luar negeri, juga mengenalkan dalam negeri kita. Ini kesempatan yang bagus bagi kami untuk mempromosikan destinasi dalam negeri.”

Penulis: Harry Purnama