Sail Sabang 2017 Siap Mendunia

Friday, 10 November 17   11 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Sail Sabang 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Irwandi Yusuf, Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Nazaruddin Wali Kota Sabang meluncurkan Sail Sabang 2017 pada 9 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Sail Sabang 2017 yang mengangkat tema “Trail of Sea Civilization” akan berlangsung di  Teluk Sabang, Pelabuhan CT-3, pada 28 November hingga 5 Desember 2017.

Menurut Irwandi Yusuf, Sabang merupakan destinasi wisata favorit di bagian barat Indonesia. Pemerintah Aceh berupaya melakukan persiapan sebaik mungkin dengan memberikan kenyamanan dan keamanan selama Sail Sabang 2017 berlangsung. “Berbagai atraksi membuat tidak akan bosan di Sail Sabang 2017 karena Sail Sabang merupakan event sail terbesar. Kami berharap Sail Sabang memberikan kontribusi pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan pada 2019,” papar Irwandi Yusuf.

Lokasi Sabang terbilang strategis dan menjadi hub karena dekat dengan Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, dan Eropa sebagai tempat berkumpulnya para komunitas yachter internasional.

Irwandi Yusuf menjelaskan, tema “Trail of Sea Civilization” dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada dunia bahwa Sabang pernah menjadi titik temu peradaban berbagai bangsa, seperti Arab, China, Eropa, dan India, dan ini telah diceritakan dalam perjalanan perahu Borobudur Samudraraksa yang berlayar hingga Afrika.

“Diharapkan Presiden dan Menpar untuk berkenan hadir pada Sail Sabang 2017 sehingga bisa berjalan dengan sukses,” ungkap Irwandi Yusuf.

Sail Sabang sebagai event tahunan Sail Indonesia (dimulai Sail Bunaken pada 2009 dan terakhir Sail Selat Karimata 2016) dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia,  serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang.

Sementara itu, Arief Yahya mengatakan, Sabang ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun yacht dari mancanegara. “Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favorit karena para traveler bisa melakukan berbagai aktivitas, antara lain menyelam, snorkeling, memancing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya mengungkapkan, Sail Sabang 2017 memiliki 24 kegiatan dengan target 100 yacht, namun hingga kini sudah terdaftar 131 yacht. Sail Sabang 2017 merupakan Sail Indonesia yang ke-9 dan diperkirakan akan menjadi sail yang terbesar.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, tahun lalu kapal pesiar yang singgah di Sabang sebanyak 10 cruise dengan membawa 6.137 wisman (per November 2016) serta 37 yacht membawa 82 wisman (per Juni 2016) dengan total kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) per November 2016 mencapai 9.763 wisman.

“Rata-rata spending US$100.000 atau Rp1,3 miliar untuk yacht. Di Indonesia, spending yacht pada tahun lalu US$750, dan pada tahun ini sebanyak US$2.000. Kalau di Sail Sabang bisa masuk ratusan dolar itu sudah sangat bagus bisa menyejahterakan masyarakat Sabang,” ungkap Arief Yahya.

Kegiatan Sail Sabang 2017 akan berlangsung di Teluk Sabang (untuk pembukaan dan puncak acara), serta Sabang Fair, Gapang Resort, dan Kilometer Nol (Km 0). Pada acara pembukaan ditampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati, toll ship parade (melayarkan KRI Bima Suci dari Spanyol dan mengundang Tall Ship negara-negara yang dilewati, seperti India, Malaysia, Thailand, dan Singapura), diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, konvoi kapal yacht, peserta Sail Sabang 2017 dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa, dan parade kapal nelayan tradisional.

Selain itu digelar sejumlah kegiatan sebagai supporting event, antara lain Jambore Iptek, International Freediving Competition, Sabang Underwater Contest, Sabang Carnival, Kapal Pemuda Nusantara, Aceh Culinary and Coffee Festival, Sabang Wonderful Expo and Marine Expo, Sales Mission Cruise Operator and Yacht, dan Seminar Wisata Bahari. Kegiatan lain yang kalah menarik adalah Pentas Pesona Indonesia, lomba mancing, lomba video dan foto melalui drone, welcome dinner, city tour Banda Aceh, dan bakti sosial serta bersih pantai.