Sumatera Barat Ramaikan INACRAFT 2016

Thursday, 21 April 16   2 Views   0 Comments   Venue

Perhelatan INACRAFT 2016 resmi dibuka pada 20 April 2016. Pada pelaksanaan INACRAFT kali ini, Sumatera Barat diangkat sebagai ikon utama dengan mengusung tema “The Splendor of Minangkabau“. Bagi Pemprov Sumatera Barat dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat, hal ini merupakan peluang besar untuk mempromosikan hasil kesenian, adat, dan budaya dari 19 kabupaten di Sumatera Barat.

Bramantyo, Direktur Mediatama Binakreasi selaku pelaksana INACRAFT, mengatakan, setiap tahun INACRAFT memang menghadirkan ikon dari daerah yang diutamakan. Hal tersebut bertujuan memberi kesempatan bagi daerah yang memiliki potensi ekspor kerajinan yang besar. Pemilihan Sumatera Barat sendiri sebagai ikon utama INACRAFT 2016 telah ditetapkan sejak tahun lalu.

“INACRAFT memilih Sumatera Barat atas dasar pengajuan yang dilakukan dari pemerintah daerah kepada kami,” kata Bramantyo. “Untuk pergelaran INACRAFT tahun depan, provinsi yang akan kami angkat sebagai ikon utama adalah Yogyakarta.”

Pada INACRAFT 2016, Sumatera Barat menghadirkan 20 stan dengan total luas area sekitar 180 meter persegi. Di stan-stan tersebutlah Sumatra Barat dan 19 kabupaten di Sumatera Barat menghadirkan kerajinan khas Sumatera Barat, seperti kain songket, tenun, kuliner, dan keahlian menyulam. Di hari pertama INACRAFT 2016, Provinsi Sumatera Barat meramaikan lobi JCC dengan menampilkan tarian Indang dan tarian randai.

Nevi Zuairina, istri dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mengatakan, pameran ini sangat menarik dan juga menguntungkan karena dapat mengembangkan potensi ekonomi dan juga wisata untuk Sumatera Barat. “Semoga melalui acara ini perajin-perajin dari Sumatera Barat dapat mengembangkan kualitas dari produk yang sudah dibuat agar dapat bersaing dan dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Nevi.

Nevi Zuairina juga berharap para perajin dari Sumatera Barat dapat membuka mata dengan melihat kerajinan-kerajinan dari daerah lain. Tujuannya agar menjadi inspirasi untuk mengembangkan produktivitas para perajin dari Sumatera Barat.

Berdasarkan data dari penyelenggara, INACARAFT 2016 diikuti oleh 1.500 peserta, baik produsen maupun eksportir, dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Diperkirakan INACRAFT 2016 akan dihadiri 200.000 pengunjung dengan target transaksi mencapai Rp150 miliar. Pada 2015 transaksi yang terjadi mencapai Rp125 miliar.

INACRAFT dapat dikunjungi hingga 24 April 2016, dengan harga tiket masuk sebesar Rp25.000.

Penulis: Ahmad Baihaki