Toboali City On Fire 2017 Tampilkan 16 Program Unggulan

Friday, 28 July 17   0 Views   0 Comments   Dimas Aulia
Toboali City On Fire
Foto: Venuemagz/Erwin

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, dan Bupati Bangka Selatan H. Justiar Noer meluncurkan event Toboali City On Fire Season II 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, pada 26 Juli 2017.

Kegiatan pariwisata Toboali City On Fire yang diselenggarakan oleh Pemkab Bangka Selatan ini akan berlangsung pada 27-30 Juli 2017 yang dipusatkan di Lapangan Laut Nek Aji Toboali, Bangka Selatan. Event yang telah masuk dalam kalender pariwisata Kementerian Pariwisata ini akan menampilkan 16 acara unggulan, yaitu Bike Packer, Toboali Fashion Carnival, Toboali Photo Competition, Festival Tari Kreasi Daerah, Lomba Melukis Tudung Saji, Toboali Oriental Mural Festival, Festival Band, Festival Layang-Layang, Festival Barongsai, Lomba Pembuatan Film Dokumenter, Festival Kuliner, Ritual Adat Buang Jung, Nganggung 1.000 Dulang, Touring Komunitas Motor, Pameran UMKM dan Komunitas, serta Target Shooting Competition.

Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Toboali City On Fire sebagai sarana yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan yang memiliki daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade), serta memperkuat daya saing pada unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).

“Provinsi Bangka Belitung memiliki atraksi yang menarik, terutama kulinernya. Begitu pula amenitas, ada puluhan hotel berbintang, dan dalam waktu dekat akan tambah satu hotel berbintang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang. Sementara itu, untuk aksesibilitas, sebentar lagi Bandara HAS Hanandjoedin di Belitung akan menjadi bandara internasional sehingga akan banyak penerbangan internasional masuk, di antaranya dari Tiongkok sebagai pasar utama,” kata Arief Yahya.

Arief menambahkan, percepatan pembangunan KEK Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas yang akan menjadi “Bali Baru” terus dilakukan, terutama pada konektivitas udara untuk membuka pasar utama. “Konektivitas udara, homestay desa wisata, dan go digital menjadi program prioritas Kemenpar yang dijalankan tahun ini dalam mendukung target 15 juta wisatawan mancanegara dan pergerakan 260 juta wisatawan nusantara di Tanah Air tahun ini, dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 270 juta wisnus pada 2019 mendatang,” ujar Arief Yahya.

“Saya juga mengharapkan agar bupati berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di daerah karena kalau bupatinya lambat maka perkembangan daerah juga akan lambat. Dan kalau bisa diperbanyak lagi event-event semacam ini dalam satu tahun,” ujar Arief.

Arief Yahya juga mengatakan, birokrasi untuk pendirian fasilitas dan gedung pariwisata agar tidak dipersulit dan lama. Sebab, dengan lamanya birokrasi oleh pemprov, maka peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat daerah tersebut juga akan tertunda.

Erzaldi Rosman mengatakan, penyelenggaraan Toboali City On Fire 2017 ini merupakan salah satu upaya membangun dan memberikan wajah baru bagi sektor kepariwisataan di Kabupaten Bangka Selatan.  “Kami sengaja mengangkat tema ‘Keragaman Etnis dan Budaya’ pada event pariwisata ini untuk menegaskan bahwa keragaman etnis dan budaya merupakan perekat bagi kesatuan dan persatuan bangsa dan merupakan manifestasi dari semangat pluralisme demi terjaganya keharmonisan antaretnis, mengangkat pesona seni dan budaya dalam warna kebhinekaan,” kata Erzaldi Rosman.

Provinsi Bangka Belitung merupakan salah satu daerah tujuan wisata favorit bagi wisman dan wisnus. Tercatat jumlah wisatawan yang menginap di hotel berbintang di Provinsi Bangka Belitung pada Mei 2017 sebanyak 31.586 orang.