Bogor Bersiap Menjadi Destinasi Golf

Friday, 28 August 15   0 Views   0 Comments   Venue

Dikenal sebagai Kota Hujan, Kota Bogor dan kabupatennya memiliki potensi lain, yaitu sebagai destinasi wisata golf. Melihat potensi tersebut, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berupaya mempromosikan wisata golf yang merupakan bagian dari wisata minat khusus kepada turis-turis mancanegara. Salah satu upaya yang dilakukan dalam promosi ini adalah melakukan program Wisata Pengenalan (Fam Trip) dengan mengundang 11 agen golf dari kawasan Asia Pasifik untuk datang dan melihat potensi wisata golf di Bogor.

Saat ini, di Bogor terdapat 12 lapangan golf. Mayoritas turis yang datang memang masih didominasi turis lokal, tapi turis mancanegara pun cukup banyak, sekitar lima persen dari total kunjungan wisatawan ke Bogor. Kebanyakan, turis-turis golf ini datang dari Cina, Jepang, dan Korea. Ke depannya, Bogor berharap dapat menarik pasar lain, seperti dari Eropa, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, dan India.

Karena itulah dalam Fam Trip yang berlangsung pada 25-29 Agustus ini diundang agen-agen golf dari Cina, Hong Kong, Australia, Jepang, India, Korea, dan India. Kebanyakan dari mereka belum mengenal Indonesia, terutama Bogor, sebagai destinasi golf. “Turis golf dari India biasanya berkunjung ke Thailand. Namun, kini kami ingin mencari destinasi baru, dan Indonesia terlihat sangat menarik sebagai tujuan bermain golf,” kata Rajan Sehgal, Presiden India Golf Tourism Association (IGTA), salah satu peserta Fam Trip.

Para agen golf yang juga merupakan pemain golf amatir ini diajak berkeliling dan bermain di lapangan-lapangan golf terbaik Bogor, seperti Sentul Highland, Rancamaya Golf Club, Rainbow Hills Golf, dan Klub Golf Bogor Raya. Tujuannya adalah untuk melihat keunggulan bermain golf di Bogor, yaitu udara yang bersahabat, pemandangan yang indah, serta jarak antara satu klub golf dengan yang lainnya mudah dijangkau. “Keunggulan Bogor juga karena sudah banyak hotel dan fasilitas pendukung di sekitar lapangan golf sehingga memudahkan turis,” ujar Wee Peng Siong, General Manager Riverside Golf Club Bogor.

Saat ini, turis-turis Asia Pasifik kebanyakan melakukan wisata golf ke Thailand, dengan jumlah kedatangan sebanyak 700.000 turis. Masing-masing pegolf tersebut bisa menghabiskan US$2.500 setiap berkunjung ke Thailand untuk bermain golf. Yang menjadi kuda hitam untuk destinasi golf lainnya di kawasan Asia adalah Vietnam. Dalam lima tahun, turis golf di negara ini sudah mencapai 300.000 orang.

Keunggulan lain dari destinasi golf di Indonesia adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding Thailand atau Cina. Rata-rata biaya bermain golf di Thailand adalah US$1.000 hingga US$1.500, sementara Cina US$1.000 hingga US$1.600. Sementara itu, di Indonesia, biaya bermain golf hanya US$725-US$850. “Meski biaya golf di sini murah, turis golf sangat besar potensinya karena spending mereka besar. Dalam paket wisata tiga hari empat malam, mereka bisa menghabiskan US$2.000,” kata Rahmat Suryana, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor.

Adanya promosi untuk mendatangkan wisatawan golf ini juga disambut baik oleh pengelola lapangan golf di Bogor, karena tentunya akan menambah jumlah pelanggan lapangan golf mereka. “Saat ini setiap bulannya sudah ada 5.000 pengunjung di lapangan golf kami, tapi hanya sekitar 20 persen yang berasal dari mancanegara,” ujar Yulia Anggraeni, Assistant Manager Sales Marketing Sentul Highlands Golf Club.

Target yang diharapkan menjadi turis golf di Bogor antara lain 600.000 turis dari India, 5 juta turis dari Cina (target 2020), dan 500.000 turis dari Australia. Diharapkan dengan adanya promosi kepada agen-agen klub golf mancanegara ini nantinya Kabupaten Bogor akan menjadi “The World Golf Destination” pada 2020. 

Penulis: Hanifah Mutiara Sylva