Aksi Nyata Grand Mercure Jakarta Kemayoran Meningkatkan Minat Baca

Wednesday, 26 July 17   5 Views   0 Comments   Harry Purnama
Grand Mercure Jakarta Kemayoran

Era modern dan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif, melainkan juga dampak negatif kepada generasi muda, terutama kepada anak-anak. Minat baca anak sekarang cukup memprihatinkan karena mereka lebih banyak tertarik dengan media elektronik seperti ponsel, komputer, tablet, dan beragam alat canggih nan modern lainnya.

Hal ini dirasa cukup mengkhawatirkan karena melalui media elektronik pihak orang tua akan sedikit kesulitan memberikan batasan informasi, dan selain itu anak-anak pada akhirnya sangat kecanduan digitalisasi modern. Pihak Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran berharap lewat buku anak-anak bisa lebih terangsang otaknya, lebih detail, lebih cermat, dan bisa menambah wawasan. Sebab, dari satu buku mereka bisa mengetahui banyak hal yang sebelumnya mereka tidak tahu.

Sebagai aksi nyata kepedulian terhadap minat baca anak, manajemen Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran bersama para staf memberikan donasi buku ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Baitul Ilmi yang terletak di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2017 lalu. Sekitar 300 buku telah disumbangkan hasil dari pengumpulan oleh seluruh karyawan hotel.

Ini merupakan program rutin Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran karena dalam bidang marketing di mana tidak hanya fokus dalam melakukan promosi hotel, tetapi juga memberikan kontribusi nyata seperti kegiatan CSR (corporate social responsibility) yang harus peduli tentang apa yang sedang berkembang dan apa yang dibutuhkan di sekitar hotel.

Merupakan cita-cita mulia bahwa Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran memiliki harapan lanjutan, tidak harus menunggu sampai dengan tahun depan, akan tetapi pada bulan depan pihak hotel akan membangun rak dan karpet di taman bacaan tersebut. Diharapkan setiap bulannya ada progres untuk dapat membantu mereka, karena selain membangun minat baca, juga harus berpikir kreatif untuk bisa membuat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Baitul Ilmi lebih nyaman sehingga anak-anak bisa lebih senang lagi membaca.