Di Indonesia, Plateno Menarget Turis Cina

Monday, 09 May 16   0 Views   0 Comments   Venue

Plateno Group, perusahaan operator hotel dari Cina, sedang melakukan ekspansi ke Indonesia untuk memenuhi tingginya kunjungan wisatawan dari Cina ke Indonesia. Plateno Group, yang baru saja diakuisisi oleh Jin Jiang Hotels pada tahun lalu, saat ini memiliki 10 hotel di Indonesia, baik yang sudah beroperasi maupun sedang dalam tahap pembangunan. Namun, ke depannya, Plateno Group berencana untuk menambah portofolionya menjadi 50 hotel sehingga menjadikan Indonesia pasar kedua terbesar Plateno setelah Cina.

Pemerintah Indonesia saat ini memasang target kunjungan 2,1 juta wisatawan dari Cina pada 2016. Dan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, Plateno berencana untuk membangun beberapa hotel bujet dan kelas menengah di Indonesia, dengan merek yang diunggulkan adalah 7 Days.

“Turis Cina yang berlibur ke Indonesia akan semakin banyak, dan mereka tentu akan memilih tempat menginap yang sudah mereka kenal,” ujar Hansen Zhao, Vice President dan General Manager Unit Bisnis Internasional Plateno.

“7 Days Premium merupakan brand internasional kami yang merupakan hotel bintang tiga dengan harga bintang dua. 7 Days Premium didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan para turis Cina. Ini merupakan brand yang mereka kenal dan percaya. Selain itu, brand ini juga cocok bagi orang Indonesia yang menginginkan hotel berkualitas dengan harga yang murah,” ujar Zhao.

Saat ini, Plateno mengoperasikan brand 7 Days Premium di Bali dan Medan, serta The Mirah Bogor yang sedang dalam proses rebranding menjadi 7 Days Premium. Selain itu, Plateno juga mengoperasikan Zmax Lombok yang merupakan brand kelas menengah.

“Di Indonesia, Plateno Group akan fokus pada brand-brand bujet, seperti 7 Days Inn, 7 Days Premium, dan Pi Hotel, yang menargetkan wisatawan bujet. Kami mempertimbangkan bahwa hotel kelas menengah dan bujet sangat cocok dengan pesatnya pertumbuhan pasar domestik ini,” ujar Tyagita R. Hermawan, Regional Marketing Communications Manager Plateno Group untuk Asia Tenggara dan Australasia.

Penulis: Harry Purnama