Grand Mercure Jakarta Harmoni Dukung Program Earth Hour

Thursday, 30 March 17   0 Views   0 Comments   Venue

Pada tanggal 25 Maret 2017, dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, Grand Mercure Jakarta Harmoni merayakan kampanye global Earth Hour dengan melakukan pemadaman listrik selama satu jam. Kampanye yang dicetuskan World Wild Fund for Nature (WWF) ini merupakan bagian dari kepedulian lingkungan terhadap bahaya pemanasan global.

Pada Earth Hour 2017 ini, Grand Mercure Jakarta Harmoni mematikan lampu-lampu di area lobi hotel, area restoran, serta di bagian luar gedung. Manajemen Grand Mercure Jakarta Harmoni juga turut mengajak para tamu berpartisipasi dengan cara mematikan televisi serta lampu yang ada di dalam kamar. Selama pemadaman lampu, para tamu dihibur oleh penampilan musik akustik di area lobi.

Ini merupakan kali ketiga Grand Mercure Jakarta Harmoni berpartisipasi dalam program Earth Hour. “Ini merupakan salah satu program kepedulian terhadap alam sekitar. Selama satu jam, para tamu diajak berkumpul di area lobi sambil menikmati hiburan musik akustik dan suguhan welcome drink. Para tamu juga diberikan glow stick. Selama pemadaman tersebut, Grand Mercure Jakarta Harmoni berhasil menghemat listrik sebanyak 10.000 KWH,” ujar Indri Hapsari, Public Relation Manager Grand Mercure Jakarta Harmoni.

Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF yang mengimbau individu, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk mematikan lampu selama satu jam sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim. Earth Hour awalnya merupakan kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca sebanyak lima persen pada tahun 2007. Tujuan dari kampanye ini adalah agar aksi ini dapat diadopsi oleh masyarakat, pebisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga dapat menunjukkan bahwa aksi individu yang dilakukan secara global dapat mengubah bumi lebih baik. Pada tahun 2008, jumlah partisipan bertambah menjadi 50 juta orang di 35 negara.

Penulis: Harry Purnama