Harper Purwakarta Buka Peluang Purwakarta Jadi Kota MICE

Monday, 18 January 16   6 Views   0 Comments   Venue

Purwakarta sebagai daerah penyangga Jakarta belum menjadi magnet utama wisatawan dari ibu kota. Padahal, dari sisi potensi wisata, Purwakarta memiliki berbagai destinasi yang terus dikembangkan oleh pemkab, seperti museum, trekking, dan desa wisata, selain Bendungan Jatiluhur yang dikelola swasta. Berbagai potensi inilah yang dilirik oleh jaringan hotel Archipelago International.

Archipelago International meresmikan Hotel Harper Purwakarta pada pertengahan Januari 2016. Harper Purwakarta merupakan brand Harper ketiga di Indonesia setelah di Bali dan Yogyakarta.

“Hotel ini berada di atas bintang tiga dan di bawah bintang empat. Kami menyebutnya sebagai mid-class. Yang membedakan Harper dengan brand kami lainnya, meskipun didesain modern dan elegan tapi tetap dekat dengan alam, seperti penggunaan kayu dan batu, serta mengadopsi budaya lokal baik dari menu hingga kostum staf,” kata John Flood, Presiden dan Chief Executive Officer Archipelago International.

Flood berkeyakinan pariwisata dan bisnis di Purwakarta akan semakin maju. Inilah yang ditangkap Hotel Harper Purwakarta. “Kami dekat dengan sentra industri, seperti Pupuk Kujang dan Dawuan. Purwakarta juga strategis karena ada pertemuan tol Jakarta dan Bandung,” jelasnya.

Harper Purwakarta memiliki luas empat hektare dengan bangunan berdiri di atas lahan satu hektare. Hotel ini menyediakan 130 kamar yang terbagi atas tiga tipe, yakni 110 superior, 16 deluxe, dan 4 suite. Untuk pasar MICE, Harper Purwakarta memiliki tujuh ruang meeting dan satu ballroom yang dapat dibagi menjadi dua ruang terpisah.

Untuk berwisata usai meeting, di sekitar Harper Hotel terdapat berbagai obyek wisata, seperti Waduk Jati Luhur, Situ Wanayasa, Taman Sri Baduga, dan Taman Situ Buleud yang memiliki pertunjukan air mancur terbesar di Indonesia. Jika ingin yang menantang, para tamu dapat mencoba wisata pendakian Gunung Parang, Lembu, dan Bongkok.

Penulis: Ludhy Cahyana