Indonesia Penyumbang Properti Terbanyak Melia Hotels International

Monday, 06 November 17   11 Views   0 Comments   Harry Purnama
Melia Purosani Yogyakarta
Melia Purosani Yogyakarta, salah satu properti Melia Hotels International di Indonesia. Foto: Dok. Venue

Setelah menyelesaikan tur tahunan perusahaan, Gabriel Escarrer Jaume, Executive Vice President dan CEO Melia Hotels International, bersama COO Hotels International André P. Gerondeau, Global Development Vice President Hotels International Maria Zarraluqui, dan Regional Vice President Hotels International Bernardo Cabot, berhasil menambahkan 45 properti baru ke dalam jaringan perusahaan Melia Hotels di berbagai negara Asia, seperti Cina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Perusahaan hotel terdepan dari Spanyol ini tidak melewatkan kesempatan untuk memperluas portofolio mereka di ranah Asia, di mana selama lima tahun terakhir Melia Hotels International telah menambahkan lebih dari 30 hotel. Gabriel Escarrer Jaume mengungkapkan, Asia Pasifik memiliki peran penting bagi perkembangan perusahaan. “Kami melihat besarnya pasar dan pertumbuhan organik yang kuat, serta peningkatan pendapatan yang progresif di Cina serta Asia Tenggara,” ujar Escarrer.

Dari 45 hotel yang beroperasi atau dalam tahapan pre-opening, Indonesia menjadi negara dengan angka terbesar, yaitu 16 properti, disusul oleh Cina dengan 10 properti, 7 di Vietnam, 5 di Malaysia, dan sisanya tersebar di Thailand, Mongolia, dan Myanmar. Melia juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap area ini dengan mengembangkan program pelayanan yang diadaptasi untuk tamu Cina, serta memastikan semua properti siap untuk memenuhi permintaan dan ekspektasi dari pasar Asia Tenggara.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan akan memperkenalkan beberapa brand sekaligus dalam rangkaian pengembangan terbaru ini. Misalnya, Meliá Xueye Lake, yang terletak di provinsi Shandong yang akan beroperasi di bawah Meliá Hotels & Resorts, dan INNSIDE Bangkok Sukhumvit yang akan berada di bawah naungan label INNSIDE by Meliá, serta Meliá Chiang Mai yang akan segera dioperasikan di Thailand.

Selain properti di tengah kota urban, perusahaan juga mengembangkan properti baru bernuansa alam pegunungan natural, yakni Meliá Ba Vi Mountain Retreat yang terletak di barat Hanoi, Vietnam. Properti yang dikhususkan untuk memanjakan para tamu dengan pemandangan indah Taman Nasional Ba Vi ini dipastikan dapat mengembalikan keseimbangan jiwa dan raga, dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional terbaik khas Meliá, termasuk pusat kebugaran yang khusus dikembangkan serta fasilitas pelengkap lainnya, seperti spa, kolam renang outdoor, dan juga berbagai pilihan restoran.

Berkaca dari pengalaman beroperasi di Asia Pasifik selama 30 tahun, Melia Hotels melihat bahwa Asia Pasifik merespons dengan baik model bisnis penambahan hotel di bawah manajemen tanpa akuisisi, dan menjadi contoh sempurna dari teknik tersebut.

Bernardo Cabot, Senior Vice President Asia Pasifik Melia Hotels International, mengatakan, hal tersebut adalah fitur kunci untuk strategi pertumbuhan perusahaan. “Meliá memiliki proposisi nilai yang atraktif bagi para pemilik dan investor hotel. Hal ini dikarenakan pengetahuan serta portofolio kami yang ekstensif sehingga meningkatkan ketertarikan di pasar dengan permintaan yang sangat berkembang seperti di Asia,” ujarnya.

Relevansi dari pasar Asia Pasifik semakin signifikan bagi Meliá Hotels International setiap tahunnya, memerhatikan kebiasaan pelancong inbound dan outbound di area ini. Sejalan dengan komitmen strategis perusahaan dan prioritas kepada pasar Asia, penandatanganan berbagai perjanjian yang telah dilakukan akan memperkuat relasi perusahaan dengan berbagai kelompok finansial dan real estate utama di berbagai negara Asia, seperti Greentown China, TCC-Land di Thailand, dan Aurelian Land SDN BHD di Malaysia.

“Kami memprediksi bahwa dalam jangka panjang area ini akan memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan,” ujar Escarrer.