Kyriad Hotel Airport Jakarta Target Turis Cina

Wednesday, 01 June 16   16 Views   0 Comments   Venue

Industri perhotelan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta semakin ramai dengan hadirnya Kyriad Hotel Airport Jakarta. Hotel yang beroperasi di bawah bendera Louvre Hotels Group ini mulai beroperasi pada Februari 2016. Untuk menyiasati persaingan yang cukup ketat di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Kyriad Hotel Airport Jakarta tak hanya mengandalkan para pekerja di bandara maupun wisatawan transit, tapi juga menyasar segmen korporat dan pemerintahan yang ada di wilayah Tangerang.

Hal tersebut sangat dimungkinkan karena Kyriad Hotel Airport Jakarta berlokasi di pintu keluar perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, bertolak belakang dengan mayoritas hotel lain yang berada di sepanjang jalan keluar tol Cengkareng. Bahkan, dapat dibilang Kyriad Hotel Airport Jakarta merupakan pemain tunggal untuk area di perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk mendukung lokasi yang strategis tersebut-dekat dengan bandara sekaligus pusat pemerintahan Tangerang, Kyriad Hotel Airport Jakarta menawarkan 165 kamar yang terdiri atas 120 tipe superior, 40 tipe deluxe, dan 5 suite. Untuk kegiatan MICE, hotel bintang tiga ini menyediakan lima ruang meeting dengan kapasitas hingga 120 orang. Fasilitas lain yang diberikan oleh hotel ini antara lain kolam renang, restoran 24 jam, laundry, Internet berkecepatan tinggi, dan shuttle bus gratis ke bandara.

Hotel yang dimiliki oleh PT Wika Realty ini sebenarnya telah beroperasi sejak 2014 dengan operator lokal. Pada Februari 2015, hotel ini berganti operator ke Louvre Hotels Group dan berganti nama menjadi Kyriad Hotel Airport Jakarta.

Imam Sudiyono, Direktur Utama PT Wika Realty, mengatakan, ini merupakan hotel ketujuh yang dimiliki oleh Wika Realty, dan hotel ini merupakan yang pertama dioperasikan oleh Louvre Hotels Group. “Awalnya kami melakukan seleksi calon operator untuk hotel ini, dan pilihan jatuh kepada Louvre Hotels Group karena jaringan Louvre sangat luas. Kami berharap masuknya Louvre dapat meningkatkan okupansi hotel ini dan memberikan nilai tambah,” kata Imam.

Untuk meningkatkan okupansi di Kyriad Hotel Airport, manajemen Louvre Hotels Group melakukan dua strategi promosi, yaitu promosi online dan offline. Untuk promosi offline, Kyriad Hotel Airport sangat diuntungkan oleh status Louvre Hotels Group yang dimiliki oleh Jin Jiang International Holding Co. Ltd,. yang merupakan perusahaan hotel dan katering yang sangat terkenal di Cina.

“Mayoritas turis Cina selalu menggunakan jasa travel agent ketika akan merencanakan perjalanan. Karena itu, kami bekerja sama dengan travel agent di Cina agar para turis Cina itu diinapkan di Kyriad Hotel Airport ketika berlibur di Indonesia. Apalagi, turis Cina tentu akan memilih brand yang telah mereka kenal dibandingkan harus mencoba brand yang lain,” ujar Imam.

Hal tersebut tentu menjadi peluang yang sangat besar bagi Kyriad Hotel Airport Jakarta mengingat turis Cina banyak sekali yang berkunjung ke Indonesia, terutama ke Bali. Dengan minimnya akses penerbangan langsung ke Bali dari Cina, para turis Cina itu mau tak mau harus transit dulu di Jakarta. Pasar tersebutlah yang ingin diincar oleh Kyriad Hotel Airport.

“Dengan pelayanan yang terbaik, kami yakin dapat berkompetisi hotel di sini,” ujar Imam.

Rencana Ekspansi di 2016

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti, Imam mengatakan bahwa Wika Realty berencana untuk menambah jumlah hotel dan akomodasi jenis lain yang dimilikinya. Rencananya, Wika Realty akan membuka lagi delapan properti hingga akhir tahun 2016, antara lain di Surabaya berupa apartemen, di Semarang juga berupa apartemen, vila di Bali, di Makassar, dan di Balikpapan akan ada dua properti.

Jean Virgile Crance, Direktur Operasional Kyriad Worldwide, mengatakan, Kyriad masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2014, dengan hotel yang telah beroperasi berada di Jakarta, Surabaya, Bali, Pekanbaru, Makassar, dan Kalimantan Timur. Tahun 2016 ini, Kyriad Hotel Indonesia berencana menambah jumlah propertinya hingga berjumlah 40 hotel di seluruh Indonesia.

Penulis: Harry Purnama