Musda PHRI Bali: Target 8 Juta Wisman Ke Bali

Monday, 21 December 15   0 Views   0 Comments   Venue

Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, atau yang biasa disapa Cok Ace, untuk kali ketiga kembali terpilih sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Bali periode 2015-2020. Terpilihnya Cok Ace secara aklamasi berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Bali ke-XIII yang digelar di Inaya Putri Bali Resort, Nusa Dua, pada 21 November 2015 lalu.

Pada kesempatan itu, Cok Ace mengatakan bahwa tema Musda kali ini adalah “Harmonisasi” karena siapa pun yang memimpin PHRI harus bisa mengharmonisasikan gesekan antara pariwisata budaya dan pariwisata buatan yang sering kali berbenturan, serta gesekan lainnya antara Bali dan bagian wilayah lainnya.

Bagi Cok Ace, keberadaan PHRI sangat penting, sebab ketika berbicara pariwisata banyak anggapan yang mengidentikkannya kepada hotel. “Dan ketika pariwisata dianggap merusak budaya Bali, persepsinya pasti juga hotel.¬†Ketika pariwisata mengambil air banyak, pasti (ulah) hotel. Oleh sebab itu, ke depannya kami inginkan agar PHRI ini dapat merepresentasikan dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa pariwisata adalah aset bersama dan tidak saling menyalahkan,” imbuhnya.‚??

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan target ke depan dan peningkatan kedatangan wisatawan ke Bali. “Tahun ini Bali dikunjungi empat juta wisman. Ketika tahun 2019 target Indonesia 20 juta wisman, Bali mendapatkan target delapan juta wisman,” ujar Cok Ace.

Pada Musda yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto, S.H., M.H., dan Ketua Umum BPP PHRI Pusat Hariadi Sukamdani ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya berkesempatan membuka acara dan memberikan sambutan yang berisi pemaparan kemajuan pariwisata Indonesia serta saran-saran kepada peserta Musda.

Arief Yahya berharap agar pimpinan dan kepengurusan PHRI Bali yang baru dapat lebih memajukan pariwisata Bali. Menurutnya, Bali menjadi andalan pariwisata Indonesia dan akan tetap menjadi andalan pada masa depan karena pariwisata Bali sudah dikenal di seluruh dunia. “Saya berpesan agar Bali dapat bersaing dengan daerah lain di luar Indonesia, seperti dengan Bangkok atau Singapura. Sekarang ini Bali kalah dengan Bangkok dan Singapura, harapan saya ke depannya Bali sudah bisa seperti kedua daerah tersebut, dan tentunya saya optimistis Bali bisa seperti kedua daerah itu,” tuturnya.

Arief Yahya juga berharap agar PHRI Bali lebih seimbang antara hotel dengan restoran karena restoran sendiri sekarang ini kontribusinya hampir sebesar hotel dalam dunia pariwisata. “Harus dilihat tidak hanya dari sisi restorannya, tapi juga dari sisi ekonomi kreatifnya. Sebesar 32 persen dari ekonomi kreatif adalah kuliner, dan kuliner menempati urutan pertama. Kami harapkan dengan ketua PHRI Bali yang baru nantinya lebih fokus ke kuliner Bali, selain membantu bisnis restoran juga membantu menumbuhkan industri kreatif kulinernya,” kata Arief.

Senada dengan Menteri Pariwisata, Hariadi Sukamdani juga berpesan agar kepengurusan PHRI Bali lebih baik lagi, apalagi Bali menyumbang sepertiga dari perolehan devisa pariwisata. “Kalau berbicara pariwisata, ‚??backbone utama ‘kan perhotelan, jadi harapannya pengurus bisa bekerja sama dengan stakeholder untuk meningkatkan baik kunjungan wisatawan asing dan domestik termasuk ikut membantu target kedatangan wisatawan mancanegara 20 juta itu. Saya juga mengimbau agar seluruh hotel dan restoran di Bali bisa menjadi anggota PHRI,” katanya.

Penulis: Nila Sofianty